BEKASI.POJOKSATU.id – Kehidupan Kakek Cambang (75 tahun), warga RT 24 RW 3, Kampung Babelan, Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, mengundang keprihatinan.
Di usia senja, ia terpaksa tinggal di sebuah gubuk berukuran 3x2 meter yang menyerupai bekas kandang ayam, bersama anaknya yang masih kecil.
Kakek Cambang mengaku pernah diminta memilih pasangan calon Bupati dan Wakil Bekasi nomor urut 3 pada pemilu lalu, yang kini disebut-sebut sudah menjabat, yaitu Ade Kuswara Kunang dan Asep Surya Atmaja. Namun, kehidupan pria renta itu jauh dari kata layak.
Baca Juga: Bupati Bekasi Akui Penerapan Jam Malam Pelajar Belum Efektif Cegah Tawuran
“Dari zaman bu Neneng sampai sekarang, gak ada yang datang nengokin,” ucapnya lirih.
Ditambah, ia hanya mengandalkan penghasilan dari mencari barang rongsok, dengan penghasilan Rp10.000–15.000 per hari. Uang tersebut ia gunakan untuk makan seadanya bersama anaknya, Syarif Hidayatulloh (8 tahun), yang sudah tidak bersekolah karena keterbatasan ekonomi.
Kondisi tempat tinggal mereka sangat memprihatinkan, terutama saat musim hujan. Gubuk yang berdiri di atas lahan milik pemerintah itu dibangun dari bantuan warga berupa seng bekas. Di dalamnya, hanya ada tikar lusuh dan tumpukan barang bekas, tanpa perlindungan dari panas dan hujan.
“Kalau hujan, anak saya harus pindah-pindah posisi biar gak kena air,” tuturnya.
Kakek Cambang juga mengidap penyakit asma, kolesterol, dan asam urat. Ia mengaku pernah didata oleh aparat, namun bantuan tak kunjung datang.
“Datang-datang cuma foto doang, katanya mau bantu. Tapi sampai sekarang gak ada kabarnya,” ucapnya, berharap ada perhatian nyata dari pemerintah.
Sekretaris Jenderal DPP Jaringan Organisasi Keadilan Rakyat, Herry ZK, menanggapi kondisi ini sebagai bukti nyata ketimpangan sosial yang masih terjadi.
Baca Juga: Warga Kertarahayu Resah Rencana Pembangunan Gudang Limbah Rusak Potensi Wisata Alam di Dekatnya
“Pemimpin seharusnya menjadi teladan dan memastikan keadilan serta kesejahteraan bagi semua rakyat, termasuk mereka yang telah memberikan dukungan,” tegasnya.
Apalagi, kata dia, bupati saat ini memiliki moto "Bekasi Bangkit Maju dan Sejahtera" yang harus tercermin dalam kondisi masyarakat di bawah, terutama di wilayah utara yang mayoritas hidup dalam keprihatinan.***




