BEKASI.POJOKSATU.ID - Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi menyiapkan sembilan pos pelayanan kesehatan untuk memperkuat perlindungan dan kenyamanan pemudik selama arus mudik dan arus balik Idulfitri 2026.
Pos-pos tersebut ditempatkan di sejumlah titik strategis, baik di jalur tol maupun jalur arteri, guna memastikan akses layanan kesehatan dapat dijangkau dengan mudah oleh masyarakat.
Kepala UPTD PSC 119 sekaligus Koordinator Posko Mudik Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Nalin Hendrik, mengatakan keberadaan pos kesehatan ini menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran perjalanan pemudik, terutama dalam mengantisipasi kondisi darurat di jalan.
“Di jalur tol kami menyiapkan pos kesehatan di Rest Area 19A dan Rest Area 39 untuk arus mudik, kemudian pada arus balik ada di Rest Area 19B. Sementara di jalur arteri kami mendirikan pos kesehatan di TL Legenda,” kata Nalin, dikutip dari laman resmi Pemkab Bekasi, 17 Maret 2026.
Baca Juga: Muhammadiyah Gelar Salat Idulfitri 20 Maret 2026, Ini 12 Lokasi di Kabupaten Bekasi
Selain itu, lima pos kesehatan juga disiagakan di jalur Pantura yang dikenal sebagai salah satu jalur utama pemudik.
Titik tersebut meliputi Gedung Juang, Terminal Kalijaya, Sentra Grosir Cikarang, stasiun kereta api, serta wilayah perbatasan di Kedungwaringin.
Menurut Nalin, layanan yang diberikan di pos kesehatan tidak hanya sebatas pemeriksaan kesehatan gratis, tetapi juga mencakup penanganan kegawatdaruratan hingga penanganan awal korban kecelakaan lalu lintas.
“Pelayanan yang kami berikan antara lain cek kesehatan gratis, pelayanan kegawatdaruratan, hingga penanganan awal jika terjadi kecelakaan di jalan raya. Kami melakukan stabilisasi pasien terlebih dahulu sebelum dirujuk ke rumah sakit terdekat,” jelasnya.
Untuk meningkatkan kecepatan respons, seluruh pos kesehatan terintegrasi dengan sistem PSC 119.
Melalui sistem ini, masyarakat dapat melaporkan kejadian darurat dan petugas dari pos terdekat akan segera memberikan pertolongan.
“Melalui K-Center 119 ini, seluruh pos kesehatan saling terintegrasi. Jika ada kejadian jauh dari pos, masyarakat bisa melapor dan nanti pos terdekat akan menjemput korban menggunakan ambulans,” ungkapnya.
Selain kesiapan fasilitas dan tenaga medis, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi juga menjalin koordinasi dengan berbagai pihak lintas sektor seperti kepolisian, TNI, hingga organisasi profesi kesehatan untuk memastikan pelayanan berjalan optimal.
Nalin mengimbau para pemudik untuk mempersiapkan kondisi fisik sebelum melakukan perjalanan serta tidak memaksakan diri jika merasa lelah di perjalanan.
“Kami mengimbau masyarakat yang akan mudik agar mempersiapkan perjalanan dengan baik, salah satunya melakukan cek kesehatan terlebih dahulu untuk memastikan kondisi tubuh benar-benar fit sebelum berkendara,” tuturnya.
Dengan adanya sembilan pos kesehatan yang tersebar di berbagai jalur strategis, Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap para pemudik dapat melakukan perjalanan dengan lebih aman, nyaman, serta terlindungi dari berbagai risiko kesehatan selama momentum Lebaran 2026.***




