BEKASI.POJOKSATU.id - Pemberlakuan potongan tarif tol di sejumlah ruas Jalan Tol Trans Jawa mendorong peningkatan mobilitas kendaraan menuju wilayah Timur.

PT Jasamarga Transjawa Tol mencatat sebanyak 228.239 kendaraan melintas menuju arah Timur melalui Gerbang Tol Cikampek Utama pada periode H-10 hingga H-6 Lebaran, yakni 11–15 Maret 2026.

Jumlah tersebut meningkat sekitar 56,36 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal yang berada di angka 145.969 kendaraan.

Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, mengatakan peningkatan volume kendaraan diantisipasi dengan pengoperasian gardu tol secara optimal untuk menjaga kelancaran transaksi di gerbang tol.

Baca Juga: Pengamanan Lebaran 2026 Diperketat, Lebih dari 185 Ribu Objek Publik Jadi Fokus Pengawasan Aparat

Menurutnya, saat ini terdapat 30 gardu yang dioperasikan di GT Cikampek Utama, terdiri dari 18 gardu melayani kendaraan menuju arah Trans Jawa dan 12 gardu menuju arah Jakarta. Pengoperasian gardu dilakukan secara situasional menyesuaikan dengan kondisi lalu lintas di lapangan.

Ia menambahkan hingga saat ini belum diterapkan rekayasa lalu lintas di ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek dan arus kendaraan di GT Cikampek Utama masih terpantau aman serta terkendali.

Diskon Tarif Tol hingga 46 Persen

Seiring meningkatnya mobilitas kendaraan, Jasa Marga melalui grup usahanya juga memberikan program potongan tarif tol di beberapa ruas Trans Jawa.

Salah satu program tersebut berupa diskon tarif sebesar 30 persen bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus dari GT Cikampek Utama menuju Gerbang Tol Kalikangkung. Program ini berlaku sejak 15 Maret 2026 pukul 00.00 WIB hingga 16 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.

Selain itu, pada ruas Batang–Semarang yang dikelola PT Jasamarga Semarang Batang, pengguna jalan juga mendapatkan tambahan potongan tarif sehingga total diskon yang diperoleh dapat mencapai sekitar 46 persen.

Baca Juga: Polri Pastikan Situasi Kamtibmas Tetap Aman di Awal Operasi Ketupat 2026, Belum Ada Peristiwa Menonjol di Jalur Mudik

Sebelumnya, pengelola ruas tol tersebut juga telah memberlakukan diskon sekitar 23 persen untuk seluruh transaksi di ruas Batang–Semarang yang berlaku sejak 12 Maret hingga 31 Maret 2026.

Arus Kendaraan dari Timur ke Jakarta Menurun

Sementara itu, arus kendaraan dari wilayah Timur Trans Jawa menuju Jakarta melalui GT Cikampek Utama tercatat sebanyak 135.629 kendaraan. Angka tersebut mengalami penurunan sekitar 5,85 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 144.054 kendaraan.

Peningkatan Lalu Lintas di Jawa Tengah dan Jawa Timur

Lonjakan kendaraan juga tercatat di sejumlah gerbang tol yang dikelola PT JTT di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di wilayah Jawa Tengah, kendaraan yang menuju Semarang melalui GT Kalikangkung mencapai 122.196 unit atau naik 45,62 persen dari kondisi normal.

Sementara kendaraan yang meninggalkan Semarang tercatat 76.737 unit atau turun tipis sekitar 0,58 persen.

Arus kendaraan menuju Solo melalui GT Banyumanik tercatat 147.703 kendaraan atau meningkat 22,78 persen dari kondisi normal. Sementara arus kendaraan menuju Jakarta tercatat 91.480 kendaraan atau turun sekitar 3,90 persen.

Di wilayah Jawa Timur, kendaraan menuju Surabaya melalui GT Warugunung tercatat 111.021 unit atau naik 7,74 persen. Sementara arus menuju Jakarta mencapai 105.606 kendaraan atau meningkat 9,16 persen.

Baca Juga: Tol Japek II Selatan Dibuka 15 Maret 2026, Persiapan Infrastruktur Capai 95 Persen Jelang Arus

Sementara itu, melalui Gerbang Tol Kejapanan Utama tercatat 113.847 kendaraan menuju Malang atau turun 6,69 persen dari kondisi normal. Sedangkan kendaraan menuju Surabaya tercatat 118.115 unit atau turun 8,58 persen.

Adapun melalui Gerbang Tol Singosari tercatat 64.679 kendaraan menuju Malang atau turun 8,16 persen, sementara arah Surabaya mencapai 61.690 kendaraan atau turun 6,66 persen.

PT Jasamarga Transjawa Tol mengimbau para pengguna jalan tol untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan, merencanakan rute dengan baik, memastikan kendaraan dalam kondisi prima, serta memastikan kecukupan bahan bakar dan saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol.***