BEKASI.POJOKSATU.ID - Pihak SMAN 9 Tambun Selatan akhirnya buka suara terkait dugaan pungutan liar (pungli) yang memicu aksi demonstrasi para siswa. Dalam keterangannya,

Humas SMAN 9 Tambun Selatan, Sahri Ramadhan, mengakui adanya penggalangan dana dari siswa yang disebut sebagai sumbangan sukarela.

"Memang ada sumbangan akademik dan non-akademik, tapi itu tidak bersifat wajib. Siapa pun yang ingin menyumbang, silakan," ujar Sahri kepada media, Kamis, 5 Juni 2025.

Sahri menyebut bahwa dana tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan sekolah, termasuk pembangunan gedung.

Baca Juga: Siswa SMAN 9 Tambun Selatan Demo Dugaan Pungli Berkedok Sumbangan Sekolah

Ia menekankan bahwa sumbangan tidak memiliki nominal tertentu, melainkan berdasarkan kesanggupan masing-masing orang tua.

"Kita tidak pernah menentukan jumlah sumbangan. Semua berdasarkan kesanggupan dari orang tua murid," imbuhnya.

Terkait protes dari siswa yang menuntut transparansi dan kejelasan fasilitas, Sahri menyatakan bahwa peristiwa ini akan menjadi bahan evaluasi internal sekolah. Ia berjanji bahwa pihak sekolah akan meninjau kembali kebijakan terkait sumbangan.

Baca Juga: Bupati Bekasi tak Setuju Masuk Sekolah Lebih Pagi Kebijakan Dedi Mulyadi? Katanya Belum Bangun

"Ini menjadi bagian dari evaluasi kami untuk ke depan," pungkasnya.

Sebelumnya, ratusan siswa menggelar unjuk rasa menuntut transparansi dana sumbangan, pengadaan AC, serta perbaikan fasilitas UKS yang dinilai tidak layak.***