BEKASI.POJOKSATU.ID - Kerusakan Jalan Inspeksi Kalimalang akibat hujan deras dalam beberapa pekan terakhir menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

Meski Unit Reaksi Cepat (URC) Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi telah melakukan penanganan darurat dengan metode tambal sulam.

Warga berharap langkah tersebut segera diikuti dengan perbaikan berkelanjutan agar masalah tidak terus berulang.

Baca Juga: Jalan Kalimalang Rusak Diterjang Hujan, Pemkab Bekasi Ingatkan Pengendara Utamakan Keselamatan

Di sejumlah titik, lapisan aspal tampak terkelupas dan membentuk lubang yang cukup membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua.

Jalan Inspeksi Kalimalang sendiri merupakan jalur vital yang setiap hari dilintasi kendaraan pribadi, angkutan barang, hingga sepeda motor pekerja.

Kondisi jalan yang rusak dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan.

Baca Juga: Abi Hurairah Purna Tugas, Teladan Kepemimpinan Humanis Damkar Bekasi Dikenang

Salah seorang warga Tambun Selatan, Ridwan (41), mengaku kerap merasa waswas setiap melintas di jalur tersebut, terutama saat hujan turun.

“Kalau hujan, lubang-lubang jalan itu tertutup air, jadi tidak kelihatan. Sudah banyak pengendara motor yang hampir jatuh,” ujarnya, Kamis 29 Januari 2026.

Ridwan mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah melalui URC yang langsung menambal lubang-lubang jalan.

Baca Juga: Banjir Bekasi Meluas, Baznas Turun di 50 Titik Salurkan Ratusan Juta Bantuan

Namun, ia berharap perbaikan tidak berhenti pada solusi sementara.

“Kami senang ada respons cepat, tapi harapannya jangan cuma ditambal. Perlu perbaikan permanen supaya awet dan tidak rusak lagi setiap musim hujan,” katanya.

Harapan serupa disampaikan pengguna jalan lainnya, Siti Aminah (35), yang setiap hari melintasi Kalimalang untuk berangkat bekerja.

Menurutnya, perbaikan jangka panjang sangat dibutuhkan mengingat padatnya lalu lintas di jalur tersebut.

“Kalimalang itu jalur sibuk. Kalau jalannya rusak terus, risikonya besar. Kami ingin jalan yang benar-benar layak,” ucapnya.

Baca Juga: Gotong Royong Tanpa Henti, Relawan dan Warga Temukan IRT Hilang di Danau

Menanggapi hal itu, Kepala SDABMBK Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, menegaskan bahwa perbaikan yang dilakukan URC memang bersifat sementara sebagai langkah darurat.

Ia memastikan pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap kebutuhan perbaikan jangka panjang.

“Perbaikan melalui URC ini untuk menjaga keselamatan masyarakat terlebih dahulu. Untuk penanganan permanen, tentu akan kami lakukan sesuai perencanaan dan anggaran yang ada,” ujar Henri.

Baca Juga: Banjir Bekasi Masih Menggenang, Ini Desa-desa yang Paling Terdampak

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas di Jalan Inspeksi Kalimalang, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi memperparah kerusakan jalan.

“Kami meminta pengendara tetap waspada dan mengutamakan keselamatan,” katanya.

Warga berharap, komitmen tersebut dapat segera terealisasi dalam bentuk perbaikan menyeluruh.

Bagi mereka, jalan yang aman dan nyaman bukan sekadar fasilitas, melainkan kebutuhan utama yang menyangkut keselamatan banyak orang.***