BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan bahwa capaian kemajuan desa yang diraih selama ini tidak boleh membuat semua pihak lengah terhadap tantangan alam dan lingkungan yang masih membayangi pembangunan desa.

Penegasan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, saat memimpin apel peringatan Hari Desa Nasional yang dirangkaikan dengan apel pagi di Plaza Pemerintah Kabupaten Bekasi, Senin 19 Januari 2026.

Dalam amanatnya, dr. Asep menekankan bahwa desa merupakan fondasi utama pembangunan daerah dan nasional.

Baca Juga: Anak Putus Sekolah karena Ekonomi Jadi Prioritas Program Gizi Nasional di Bekasi

Namun, ia mengingatkan bahwa pembangunan desa ke depan akan menghadapi dinamika yang semakin kompleks, terutama yang berkaitan dengan kondisi alam, perubahan lingkungan, dan potensi bencana.

"Tantangan pembangunan desa ke depan tidak semakin ringan. Kita masih dihadapkan pada persoalan lingkungan, kondisi alam, serta dinamika perubahan yang harus kita antisipasi secara bersama-sama," ujar dr. Asep.

Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Bekasi patut bersyukur atas capaian status desa saat ini.

Baca Juga: Hari Desa Nasional 2026, Bekasi Tegaskan Komitmen Bangun Desa Mandiri

Berdasarkan Keputusan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Nomor 343 Tahun 2025, Kabupaten Bekasi telah memiliki 83 desa berstatus mandiri, 55 desa berstatus maju, dan 41 desa berstatus berkembang.

Bahkan, tidak ada lagi desa dengan status tertinggal maupun sangat tertinggal.

Meski demikian, menurut dr. Asep, capaian administratif dan indikator kemajuan desa tersebut harus diiringi dengan kesiapsiagaan terhadap risiko lingkungan.

Baca Juga: Salah Letak Polder, Banjir Masih Jadi Langganan di Bekasi Barat

Ia menilai, berbagai persoalan seperti banjir, perubahan tata guna lahan, hingga dampak cuaca ekstrem masih menjadi ancaman nyata bagi desa-desa di Kabupaten Bekasi.

"Desa yang maju harus juga tangguh. Tangguh terhadap bencana, tangguh terhadap perubahan lingkungan, dan tangguh dalam menjaga keberlanjutan pembangunan," katanya.

Plt Bupati Bekasi juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, hingga masyarakat, untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan tersebut.

Menurutnya, pembangunan desa tidak bisa hanya berorientasi pada fisik dan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.

Ia menekankan pentingnya perencanaan pembangunan desa yang adaptif dan berwawasan lingkungan agar kemajuan yang telah dicapai tidak tergerus oleh dampak kerusakan alam.

Baca Juga: Tak Capai Target 2025, Bapenda Bekasi Benahi Strategi Pajak 2026

Selain itu, kesiapsiagaan dan mitigasi bencana harus menjadi bagian dari agenda pembangunan desa ke depan.

"Peringatan Hari Desa ini jangan hanya menjadi seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kita membangun desa yang tidak hanya maju dan mandiri, tetapi juga tangguh menghadapi tantangan alam dan lingkungan," tutup dr. Asep.

Melalui peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap pembangunan desa dapat terus berkelanjutan, selaras dengan upaya menjaga lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara menyeluruh.***