BEKASI.POJOKSATU.ID - Satu lagi akses jalan warga di Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi terputus akibat pembangunan proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Seksi 2A.
Sebelumnya, pada 5 Oktober 2025 ada 3 jalan desa yang diputus sepihak oleh kontraktor Tol Japek 2 Selatan Seksi 2A tanpa ada pemberitahuan kepada pihak desa.
Jalan penghubung wilayah permukiman dengan kawasan Lapangan Rawagelagah yang berada di RT 16 RW 6 tersebut kini tidak dapat dilalui masyarakat sehingga menyulitkan mobilitas warga sehari-hari.
Baca Juga: Pimpinan World Bank Tinjau Layanan Posyandu dan Upaya Cegah Stunting di Desa Kertarahayu
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kertarahayu, Dedi bin H. Darip, meminta pihak terkait segera menyediakan solusi dengan membangun akses penghubung berupa jembatan penyeberangan.
Menurutnya, akses tersebut sangat penting bagi masyarakat karena selama ini menjadi jalur utama aktivitas warga.
“Kami dari Ketua BPD Kertarahayu memohon kepada pihak terkait agar segera membangun kembali akses jalan desa yang terputus akibat proyek tol, dalam hal ini dengan membangun jembatan penyeberangan,” ujar Dedi, Senin, 16 Maret 2026.
Ia menilai pembangunan infrastruktur seharusnya tetap mempertimbangkan kebutuhan masyarakat setempat agar tidak menimbulkan kesulitan baru.
Baca Juga: Bupati Tinjau Langsung Lokasi Jalan Desa Terputus oleh Tol Japek 2 Selatan
“Jangan sampai pemerintah memiliki program yang justru membuat yang dekat menjadi jauh. Akses ini sangat penting bagi masyarakat,” katanya.
Dedi juga meminta pemangku kebijakan, baik pihak pengelola proyek Tol Japek II Selatan maupun pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, segera mengambil langkah untuk menyambungkan kembali jalan yang terputus tersebut.
Ia berharap pembangunan infrastruktur nasional dapat tetap berjalan seiring dengan terpenuhinya kebutuhan akses masyarakat di tingkat desa.***




