BEKASI.POJOKSATU.ID - Kerusakan tanggul Sungai Citarum di wilayah Muaragembong, Kabupaten Bekasi, membuat warga Desa Pantai Bakti dan Desa Pantai Bahagia berharap adanya perbaikan permanen untuk menghindari ancaman banjir berulang.

Warga Kampung Kedung Sinde, Idris (55 tahun), menjelaskan tanggul yang rusak mengalami amblas sepanjang sekitar 45 meter. Meski belum jebol total, kondisi tersebut dinilai sangat rawan apabila kembali diterjang arus air besar.

“Kalau dibilang jebol, belum. Tapi amblas. Kalau air besar lagi, kami khawatir enggak kuat nahan,” kata Idris.

Baca Juga: Warga Muaragembong Siaga Usai Tanggul Sungai Citarum Rusak di 4 Titik

Ia menuturkan, warga Muaragembong telah lama hidup dalam kecemasan akibat kondisi tanggul yang belum dibangun permanen. Setiap hujan deras turun, warga selalu bersiap mengungsi dan menyelamatkan barang-barang.

“Kalau rasa cemas itu sudah lama. Setiap hujan besar pasti siap-siap, siap mengungsi, siap selamatkan barang,” tutur dia.

Sebagai langkah darurat, warga bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) telah memasang turap sementara di area tanggul yang rusak. Namun upaya tersebut dinilai belum cukup menjamin keselamatan warga dalam jangka panjang.

Baca Juga: Belasan Tanggul Sungai Citarum Rusak, Pemkab Bekasi Minta Dukungan Pemprov dan BBWS

“Ini sementara aja. Harapan kami tanggul dibangun permanen, supaya warga enggak terus siaga dan takut setiap air naik,” jelasnya.

Meski genangan air di permukiman telah surut, warga di dua desa tersebut tetap diminta waspada mengingat kondisi tanggul yang masih rawan dan cuaca yang belum stabil.