POJOKSATU.id - Penyelidikan terus dilakukan untuk mengetahui secara pasti penyebab ledakan yang terjadi di Stasiun Pengumpul Gas Lapangan Jatinegara, Kelurahan Jatiraden, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi.
Stasiun Pengumpul Gas tersebut merupakan kerja sama operasi (KSO) antara Pertamina EP dengan PT Migas Kota Bekasi (perseroda).
Berikut 5 fakta yang Redaksi bekasi.pojoksatu.id himpun dari laporan wartawan di lokasi kejadian pada Jumat, 25 Agustus 2023:
1. Tangki minyak yang meledak belum sempat digunakan
Direktur Utama PT Migas, Apung Widadi, menjelaskan, bahwa tangki yang meledak tersebut dapat muat 6.000 liter minyak. Bahwa tangki tersebut belum terisi dan masih baru.
Baca Juga: 79 Rumah Warga Rusak Akibat Ledakan di Stasiun Pengumpul Gas Pertamina dan PT Migas Kota Bekasi
Tangki itu hendak dipasang sebelum digunakan sebagaimana mestinya.
2. Terdapat orang korban
Dalam kejadian tersebut, Apung memastikan hanya terdapat dua orang korban yang merupakan pekerja kontraktor.
"Satu orang meninggal dunia dan satu orang luka-luka cukup berat," jelas Apung.
3. Klaim bakal bertanggung jawab
Dirinya juga memastikan bahwa kejadian tersebut akan menjadi tanggung jawab penuh pihak kontraktor yang menjadi korban.
"Pihak kontraktor akan memberikan santunan kepada para keluarga korban yang meninggal dunia dan juga korban yang saat ini sedang dalam perawatan juga akan ditangani biayanya," tegas Apung.
"Kita akan mengawal hak-hak, macam-macam urusan santunan dan sebagai macamnya. Keluarga korban sudah ada di rumah sakit sudah kita hubungi nanti akan dibantu diselesaikan oleh pihak kontraktor tanggung jawab," kata dia.
4. Ledakan terdengar hingga radius 2 kilometer
Dia menegaskan bahwa kejadian tersebut letakan tangki minyak tanah bukan kebakaran yang hebat.
"Kalau misalkan meledak apinya besar, ini belum, belum ada instalasi, ada satu sumur yang mau kita bor itu juga belom kita bor, jadi kita masih instalasi," ujar dia.
Warga yang tinggal dalam radius lebih dari 1 kilometer mendengar ledakan tersebut.
5. Puluhan rumah rusak
Dalam kejadian ledakan tersebut, tercatat 79 rumah masyarakat yang ada di wilayah tersebut juga terdampak dan alami kerusakan.
Baca Juga: Kerusakan Rumah Warga dan Biaya Pengobatan Korban Bakal Ditanggung
Diketahui bahwa kerusakan tersebut baik kaca-kaca pada pecah, tembok retak akibat ledakan di PT Migas.
Muhammad Yahya, ketua RW 8 Kelurahan Jatiraden, menjelaskan angka itu baru sebatas laporan dan belum terverifikasi di lapangan.
6. Warga trauma
Kejadian ledakan di Stasiun Pengumpul Gas PT Migas Kota Bekasi tersebut juga membuat masyarakat sekitar trauma yang sangat amat mendalam. Hal tersebut, ditakutkan kejadian serupa terulang kembali.
"Masyarakat yang tinggal dekat dengan PT Migas takut kejadian serupa akan terulang kembali dikemudian harinya," jelas Yahya.***




