BEKASI.POJOKSATU.id - Suasana mencekam tiba-tiba merundung saat massa ormas berdatangan di Jalan Setu Bantargebang, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Rabu, 20 September 2023.
Pengguna yang kerap beraktivitas di jalan itu menjadi panik, aktivitas pun dihentikan, termasuk warga yang saat itu sedang berada di rumah makan.
Para pengunjung rumah makan tampak ketakutan dalam sebuah video yang beredar di media sosial.
Baca Juga: 9 Fakta Bentrok Ormas di Bekasi, Hoaks Sempat Muncul dan Bikin Resah
Ibu-ibu yang membawa anak langsung menggendong anak mereka. Berharap melarikan diri, tetapi tidak tahu ke mana karena jalan itu sudah dipenuhi massa ormas yang tampak kesal.
Meskipun tempat makan siap saji tersebut terhalang oleh teralis besi, namun ibu-ibu terlihat panik untuk menjauhi lokasi bentrokan.
Farida, 32 tahun, warga yang ada pada video itu menjelaskan bentrok ormas terjadi pada saat dirinya bersama keluarganya sedang makan di sebuah rumah makan.
Rumah makan itu persis di samping jalan tempat bentrok ormas terjadi. Dia bisa melihat dengan jelas massa ormas membawa kayu panjang dan berbagai senjata lain.
"Waktu itu lagi asik makan sama keluarga, suami saya dan juga anak-anak tuh. Tiba-tiba datang gerombolan ormas dengan membawa bambu serta kayu panjang-panjang," ucap Farida, saat dihubungi bekasi.pojoksatu.id, Kamis, 21 September 2023.
Baca Juga: Jenazah Korban Bentrok Ormas Dipulangkan ke Rumah Duka di Babelan
Dirinya menegaskan tidak lama kemudian terjadi lempar-lemparan antara kelompok ormas tersebut tepat di depan matanya tersebut.
"Itu kan ada teralis, tapi tetap takut aja di situ posisinya. Karena saya kan bawa anak saya, takut kena sasaran atau batu yang masuk," jelas dia.
"Sempat lama juga polisi datang ke lokasi, karena ya itu bentrokan awalnya di Kabupaten Bekasi terus berlanjut kali ya ke Kota Bekasi," sambung dia.
Baca Juga: Bentrok Ormas Kelar, Hoaks Beredar, Polisi Pastikan Situasi Kondusif
Kata dirinya, bahwa banyak kendaraan yang berada di lokasi memutar kendaraannya karena takut kena salah sasaran bentrokan kelompok ormas tersebut.
"Banyak banget kendaraan yang mau melintas langsung mutar balik, karena ya takut kena batu atau salah sasaran," demikian kata dia.***




