BEKASI.POJOKSATU.id - Organisasi Rumah Jokowi for Ganjar (RJ4G) DPC Kota Bekasi memberikan tanggapan setelah Gibran Rakabuming Raka diumumkan sebagai calon wakil presiden oleh Prabowo Subianto.
Dengan rasa kecewa, organisasi yang awalnya adalah kelompok relawan pendukung Jokowi memutuskan untuk membubarkan diri dan mengganti namanya menjadi For Ganjar.
Menurut Ketua RJ4G DPC Kota Bekasi, Dedi Wahyudi, langkah Gibran sebagai calon wakil presiden dianggap sebagai upaya membangun politik dinasti oleh Jokowi, yang melibatkan sang putra dalam Pilpres 2024.
Dedi menekankan bahwa hal ini mencerminkan tindakan nepotisme dan tidak sesuai dengan semangat reformasi '98 yang menolak korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) serta mengedepankan supremasi hukum di lembaga yudikatif.
Baca Juga: Golkar Kota Bekasi Dukung Penuh Pasangan Prabowo dan Gibran
Dalam penjelasannya, Dedi menyatakan beberapa poin penting. Pertama, Jokowi adalah kader terbaik dari PDI Perjuangan dan mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
"Posisi capres diberikan kepada Ganjar, bukan kepada Puan Maharani sebagai anaknya," kata dia.
"Dimana dalam semangat reformasi tersebut bebas dari KKN dan menuntaskan supremasi hukum di lembaga yudikatif," ujar Dedi.
Jokowi dan keluarganya dianggap telah menduduki posisi kepala daerah karena dukungan dari Megawati dan PDI Perjuangan sebagai partai terbesar yang telah memenuhi ambang batas presiden threshold 20 persen.
Baca Juga: Ini yang Bikin PKB Kabupaten Bekasi Yakin Pasangan Anies-Amin Menang
Capres Prabowo dinilai tidak menunjukkan identitasnya sendiri dan selalu mengaitkan diri dengan nama besar Jokowi. Prabowo juga dianggap tidak memiliki program yang jelas.
"Dan kami meyakinkan, bahwa paslon Prabowo-Gibran bukan lawan terberat dari paslon Ganjar-Mahfud yang kami dukung," jelas dia.
Kemudian, DPC Rumah Jokowi For Ganjar (RJ4G) Kota Bekasi meminta maaf kepada masyarakat Kota Bekasi jika pernyataan mereka melanggar nilai-nilai moral dan norma keteladanan.
"Kami akan menutup dan mengganti logo Rumah Jokowi serentak di seluruh tingkatan organ Rumah Jokowi. Kita akan kalahkan Jokowi di 2024," demikian kata dia.***




