BEKASI.POJOKSATU.id - Untuk meningkatkan kesadaran serta melakukan pencegahan penyakit diabetes, Eka Hospital Bekasi menggelar acara Health Talk.

Eka Hospital Bekasi menggelar Health Talk dengan bertemakan Perawatan Kaki Diabetes, dengan menghadirkan narasumber dr. I Gusti Ngurah Adhiarta selaku Konsultan Endokrinologi Metabolik Diabetes Eka Hospital Bekasi.

Diketahui bahwa acara tersebut dilakukan untuk mengedukasi kepada masyarakat dan juga kepada para dokter rekanan, untuk kembali memperkenalkan layanan Foot Care Clinic.

Baca Juga: Peringati Hari Diabetes dan Hari Pneumonia,  Eka Hospital Gelar Health Talk bersama PT Pfizer Indonesia

"Foot Care Clinic merupakan salah satu layanan yant terintergrasi dalam penanganan kaki diabetes," ungkap Hospital Director Eka Hospital Bekasi, dr. Elizabeth, dalam keterangan yang diterima Pojokbekasicom, Jumat  1 Desember 2023.

Berdasarkan informasi yang diterima, Diabetes Connection Care Eka Hospital Bekasi resmi didirikan pada tahun 2922 silam.

Diabetes Connection Care Eka Hospital Bekasi juga memiliki tim dokter spesialis multidisiplin, yang bekerja sama dengan tim dokter spesialis endokrin untuk menangani masalah penyakit yang timbul oleh diabetes itu sendiri.

"Penanganan permasalahan pasien yang sudah terkena diabetes pada kakinya, memerlukan perhatian karena masalah ini paling sering terjadi dengan mencegah dan mengatasi secara konsisten, risiko kecacatan akan berkurang. Tim dokter Diabetes Connection Care bekerja sama dengan tim bedah (vascular, ortopedi, rekonstruksi) dan spesialis jantung pembuluh darah akan merawat luka tersebut untuk mencegah terjadinya amputasi," tutur pimpinan Diabetes Connection Care Eka Hospital Bekasi, Prof. Sidartawan.

Sidartawan menerangkan, bahwa Diabetes Connection Care merupakan pusat layanan yang menjadi unggulan dan juga terintegrasi.

Kata dia, bahwa penanganan diabetes dan juga perawatan kaki diabetes yang komprehensif dengan memadukan keahlian tim dokter spesialis konsultan diabetes endokrinologi dan dokter konsultan bedah vaskular.

Hal tersebut dilakukan untuk mengendalikan gula darah, kontrol infeksi dengan melakukan perawatan luka dan juga memperbaiki pembuluh darah.

Sidartawan mengatakan, perawatan serta penanganan penyakit diabetes didukung oleh tim dokter spesialis gizi klinik, spesialis saraf, spesialis jantung untuk menangani pasien diabetes.

"Tim dokter diabetes Connection Care bersama dengan dokter spesialis bedah vaskular, akan melakukan perawatan luka diabetes sehingga bisa mengantisipasi terjadinya amputasi tungkai kaki," tegas dia.

Sementara itu, Konsultan Endokrinologi Metabolik Diabetes Eka Hospital Bekasi, dr. I Gusti Ngurah Adhiarta, menambhakan, bahwa penyakit kaki diabetes merupakan penyakit abnormalitas atau kelainan pada kaki penyandang diabetes.

Biasanya penyakit kaki diabetes bisa mulai dari kelainan bentuk usnt biasa, sampai infeksi yang beresiko pada amputasi.

Adhiarta membeberkan, bahwa banyak faktor penyebab kaki diabetes salah satunya adalah gula darah. Akan tetapi faktor yang paling penting yaki pembuluh darah.

Jika tidak adanya pasokan darah ke ujung kaki, maka kaki lebih mudah luka dan juga penyembuhannya menjadi lebih lama lagi. Tidak cuman itu saja, jika ditambah gula darah, maka kakinya sulit untuk disembuhkan.

Keadaan tersebut umumnya terjadi pada pasien yang tidak mengendalikan gula darah dengan baik.

“Deteksi sedini mungkin menjadi salah satu pencegahan agar tidak ada amputasi pada pasien kaki diabetes. Begitu ada luka sebaiknya pasien segara langsung memeriksakan ke dokter,” tutup dia.***