BEKASI.POJOKSATU.id - Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Kota Bekasi Yuli Swastiawati menjelaskan tentang pasien hepatitis bernama Mustahiq Billah (41 tahun) yang tak sadarkan diri usai menjalani operasi.

Berdasarkan penuturan istri Mustahiq, Choirunnisa (33 tahun), suaminya didiagnosa mengalami hepatitis. Akan tetapi, ternyata ada diagnosis lain dari dokter.

“Tim dokter dan RSUD CAM dalam memberikan penanganan dan perawatan kepada pasien telah sesuai dengan SOP dan profesional protokol yang berlaku,” ungkap Yuli, Kamis, 8 Februari 2024.

Dia lanjut mengatakan pasien Mustahiq Billah dengan nomor RM 18376858 sudah dirawat lebih dari 4 kali di RSUD Kota Bekasi.

Baca Juga: Pasien Hepatitis Tidak Sadarkan Diri Usai Jalani Operasi di RSUD Kota Bekasi

“Tim dokter melakukan perawatan dengan memberikan suntikan cairan yang sama seperti perawatan sebelumnya kepada pasien untuk menyelamatkan jiwa pasien," kata dia.

"Namun karena kondisi penyakit pasien sudah berat maka timbullah reaksi ruam pada lengan kiri pasien,” sambung Yuli.

Dia melanjutkan pasien menderita Spontan Bacterial Peritonitis (SBP) akibat dampak dari penyakit pengerasan hati yang sudah memasuki tahap endstage atau tahap akhir (Hepatitis B Child C).

Yuli menyebutkan hal ini mengakibatkan adanya tumpukan cairan di dalam rongga perut pasien, sehingga perut pasien terlihat membesar.

Baca Juga: Tidak Ada Ruang Rawat Inap untuk Caleg Stres di RSUD Kota Bekasi

“Akibat kondisi akhir itu menyebabkan cairan tersebut muncul kembali walaupun pasien sudah dilakukan pengeluaran cairan berkali kali,” jelas dia.

Tim dokter langsung memutuskan untuk dilakukan tindakan operasi (laparostomi) untuk mengeluarkan cairan tersebut.

"Pasien telah memasuki endstage, tahap akhir komplikasi yang muncul sudah di luar kemampuan dokter," demikian kata dia.***