BEKASI.POJOKSATU.id - Uji coba Biskita mendapat penolakan dari ratusan sopir angkot K-11, Kamis, 29 Februari 2024.
Aksi penolakan itu digelar mereka saat Biskita pertama kali mengaspal. Para sopir menolak keberadaan Biskita karena bersinggungan dengan trayek mereka.
Angkot K-11 melayani rute Bantargebang-Terminal Bekasi. Sedangkan Biskita melayani rute Summarecon-Vida Bantargebang.
Baca Juga: Kehadiran Biskita Ganggu Trayek Angkot K-11
Rute kedua angkutan umum tersebut bersinggungan 80 persen. Karenanya, tak heran sopir K-11 menolak keberadaan Biskita.
Apalagi, mereka mengklaim kehadiran Biskita ujug-ujug karena tidak ada pemberitahuan dari dinas terkait.
Misi kehadiran Biskita sama dengan setiap kali transportasi umum diluncurkan, yaitu membuat masyarakat beralih dari kendaraan pribadi kepada angkutan umum.
Apa saja fasilitas yang ada pada Biskita? Pertama sistem pembayaran cashless. Penumpang harus menggunakan uang elektronik untuk menggunakan bis ini. Saat ini, penumpang Biskita tidak dikenakan tarif.
Kemudian ada kamera CCTV pada bis ini, penghitung penumpang, GPS tracking, dan mobile DVR atau perangkat yang dapat memonitoring kecepatan jaringan.
Baca Juga: Ratusan Sopir Angkot K-11 Protes Keberadaan Biskita, Dianggap Ganggu Trayek
Di dasbor sopir dilengkapi dengan CP4, sebuah perangkat untuk memonitor kondisi kendaraan.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Ikhwanudin Rahmat, mengatakan Biskita akan terintegrasi dengan light rail transit (LRT) Jabodebek yaitu Stasiun Bekasi Barat.
Jika masa uji coba berakhir, maka Biskita akan mengenakan tarif kepada penumpang. Soal besarannya, belum ada informasi lebih lanjut.***




