BEKASI.POJOKSATU.id - Triyono bersama ketiga temannya nekat mudik menggunakan sepeda ke kampung halamannya di Klaten.

Jarak asal tempat tinggalnya di Tangerang dengan Klaten, Jawa Tengah, kurang lebih 500 kilometer. Jarak itu harus ditempuh Triyono berhari-hari, siang dan malam.

Triyono mengatakan perjalanan mudiknya sama sekali tidak menganggu aktivitas puasa karena dia mengayuh sepeda pada malam hari. Sementara siang hari berisitirahat.

Baca Juga: DBMSDA Kota Bekasi Siagakan Tim URC Selama Musim Mudik Lebaran

"Kebetulan nginap tidak target khusus. Tapi ada beberapa temen-temen yang sudah menawarkan untuk beristirahat di rumahnya untuk singgah. yang sudah-sudah kami di masjid untuk beristirahat, kodim," ungkap Triyono kepada bekasi.pojoksatu.id, Kamis, 4 April 2024.

"Karena kita fokus untuk siang hari digunakan untuk istirahat dan melanjutkan perjalanan pada malam hari, karena berpuasa juga," tambah dia.

Triyono harus mempersiapkan fisik yang prima untuk hal ini, apalagi di tengah bulan suci Ramadhan.

Baca Juga: DBMSDA Kota Bekasi Terus Perbaiki Jalan Sebelum Puncak Mudik

"Selain fisik kita yang disiapkan, paling utama itu kendaraannya yakni sepeda dipastikan benar-benar tidak ada kendala," ucap Triyono.

Karena, perjalanan dari Tangerang ke Klaten membutuhkan waktu tempuh selama 4 hari lamanya dengan menggunakan sepeda.***