BEKASI.POJOKSATU.id - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Bekasi membantah telah memberikan gratifikasi kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk mendapatkan kursi DPRD di Pemilu 2024 lalu.
Ketua DPD PSI Kota Bekasi Tanti Herawati lewat hak jawab kepada redaksi bekasi.pojoksatu.id menegaskan perjalanan ke Bali dilakukan pada 24-29 April 2024, sementara petugas PPK dan PPS sudah purnatugas pada 4 April 2024.
“Karena sudah purnatugas, mantan anggota PPK dan PPS bukan pegawai negeri sipil atau penyelenggara negara yang dapat digolongkan menerima gratifikasi,” kata dia.
Baca Juga: World Water Forum Ke-10: XL Axiata Siapkan Jaringan Berkualitas dan Body Worn Camera
Lanjut dia para mantan anggota PPK dan PPS yang sudah purnatugas juga tidak akan bisa mengubah hasil Pemilu.
“Perhitungan suara berjenjang di KPU sudah lama selesai,” ujar Hera.
Hera menjelaskan kedatangan mantan anggota PPK dan PPS tersebut ke Bali untuk memenuhi undangan merayakan ulang tahun salah satu anggota keluarganya.
Baca Juga: Pilkada Kota Bekasi Tanpa Paslon Independen
“Karena sudah tidak lagi menjadi penyelenggara ad hoc Pemilu 2024 dan proses Pemilu 2024 juga sudah selesai, mereka saya undang semata-mata untuk menjalin persahabatan dan kekeluargaan,“ kata dia.
Hera menyebut hanya memfasilitasi transportasi berupa tiket pesawat dan penginapan selama di Bali.
“Kalau ada yang menyebut saya memberikan uang saku 20 juta rupiah, itu jelas hoaks dan fitnah,” tegas dia.
Hera juga menyesalkan berkembangnya rumor bahwa biaya untuk mendatangkan para mantan anggota PPK dan PPS itu disediakan oleh ketua partai lain di Kota Bekasi.
Baca Juga: Inisiatif Susanto Berujung Viral, Santo Suruh Jadi Jasa Paling Dicari di Bekasi
“Rumornya semakin ngawur, dan berkembang menjadi fitnah yang menyerang partai lain. Saya tegaskan, semua biaya berasal dari saya pribadi. Saya berharap klarifikasi ini bisa menjawab semuanya,” ujar Hera.
Pada Pemilu 2024, PSI Kota Bekasi mendapat dua kursi di DPRD Kota, salah satunya diperoleh Hera dari Dapil Bekasi 1.
“PSI adalah partai yang memiliki rekam jejak antikorupsi, tidak terbersit sama sekali pikiran memberi gratifikasi untuk meloloskan kami ke DPRD,” demikian kata Hera.***




