BEKASI.POJOKSATU.id - Pedagang kaki lima di depan Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, mengeluhkan pungutan liar berkedok penyewaan lapak.
Salah seorang pedagang yang memberikan keterangan dengan syarat anonimitas mengatakan setiap malam dia dipungut sebesar Rp10.000 sampai dengan Rp24.000.
Tak hanya dia saja, ada 30 pedagang lain yang bernasib sama. Lokasinya berbeda, mulai dari depan taman Stadion Patriot Candrabhaga sampai Hutan Kota Bekasi.
Baca Juga: Pelatih Persija Sesalkan Anak Asuhnya Tak Dapat Jaga Kemenangan
"Ada orang nantinya setiap jam 10 malam yang berkeliling untuk meminta uang tersebut kepada para pedagang," ungkap dia kepada wartawan, Jumat, 14 Februari 2025.
Masih ada lagi pungutan kebersihan dan keamanan sebesar Rp2.000 per hari dibayarkan kepada salah satu organisasi kemasyarakatan.
Jadi, ada 3 pos tempat pembayaran pedagang, yaitu organisasi masyarakat, petugas kebersihan dan 'penguasa lahan'.
Baca Juga: Penonton yang Tak Punya Tiket Paksa Masuk Stadion Patriot
Jika sudah membayarkan uang tersebut maka para pedagang dibebaskan untuk berjualan hingga pagi hari.
"Kalau kita bukanya biasanya jam 20.00 WIB, itu sampai selesai," tutur dia.
Pungutan itu membuat dia merugi hingga Rp600.000 hingga Rp700.000 per bulan.
"Biaya yang dikeluarkan itu tidak sebanding dengan pendapatan setiap malamnya. Apalagi gak setiap malam ramai," demikian kata dia.***




