BEKASI.POJOKSATU.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mencatat dua penyakit yang paling banyak diderita masyarakat setelah banjir melanda, yaitu batuk dan gatal-gatal.

Sekretaris Dinkes Kota Bekasi, Fikri Firdaus, mengatakan kondisi cuaca dan genangan air menjadi faktor utama penyebab penyakit ini. 

"Saat ini, penyakit yang paling dominan adalah batuk, pilek, dan gatal-gatal akibat kontak dengan air banjir," ujarnya pada Jumat, 7 Maret 2025.

Baca Juga: Cerita Puluhan Sapi yang Ikut Menjadi Korban Banjir Bekasi

Untuk menangani kondisi ini, Dinkes telah mendirikan 27 posko kesehatan dengan dukungan 2.000 tenaga medis. 

"Kami mengatur tenaga kesehatan agar tetap siaga dan tidak kelelahan dalam melayani warga," tambah Fikri.

Wilayah Duren Jaya dan Pondok Gede Permai menjadi fokus utama karena mengalami dampak banjir paling parah.

Baca Juga: Kerusakan Pintu Air Sebabkan Banjir di Kota Bekasi

Fikri menjelaskan jumlah posko di Duren Jaya mulai disesuaikan, sementara di Pondok Gede Permai, posko akan direlokasi ke lokasi yang lebih mudah dijangkau warga.

"Kami akan memindahkan posko ke titik tengah agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan kesehatan tanpa harus berjalan jauh," demikian kata dia.***