BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintahan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe menuai respons positif dari masyarakat di masa 100 hari pertama kepemimpinannya.
Hal itu tercermin dari hasil survei Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus) Maju Bekasi Raya yang mencatat tingkat kepuasan publik rata-rata mencapai 72,02 persen.
Koordinator LS Vinus Bekasi Raya, Herdi Jayakusumah, menyebut survei dilakukan terhadap 16 bidang pembangunan. Hasilnya, sektor pendidikan dan tata kelola pemerintahan yang bersih mencatat skor tertinggi kepuasan masyarakat, masing-masing 76,50 persen.
Baca Juga: Verifikasi Data SPMB Jawa Barat di Bekasi Lamban, Ribuan Pendaftar Belum Diperiksa
Namun demikian, sejumlah sektor masih dinilai belum optimal. Sektor ekonomi hanya mencatat tingkat kepuasan 67,88 persen, sedangkan ketenagakerjaan berada di angka 66,13 persen – terendah di antara seluruh bidang yang disurvei.
“Angka-angka ini bukan sekadar statistik, tapi menyimpan harapan masyarakat. Pemerintah perlu menyusun kebijakan berdasarkan kebutuhan riil warga, bukan sekadar apa yang bisa dijalankan,” ujar Yusfitriadi, Founder LS Vinus.
LS Vinus menyusun empat rekomendasi utama sebagai masukan kebijakan ke depan, yakni:
• Penguatan komunikasi publik,
• Peningkatan bidang ketenagakerjaan,
• Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,
• Tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan responsif.
Peringkat Kepuasan Masyarakat per Bidang:
• Pendidikan: 76,50%
• Tata Kelola Pemerintahan Bersih: 76,50%
• Sosial: 75,50%
• Pelayanan Publik: 74,75%
• Keamanan: 74,38%
• Infrastruktur: 73,38%
• Komunikasi Publik: 72,38%
• Pemberantasan Korupsi: 72,75%
• Penegakan Hukum: 72,00%
• Kesehatan: 71,75%
• Transportasi: 70,50%
• Kebudayaan: 70,38%
• Pertanian: 69,13%
• Tata Kelola Lingkungan: 68,38%
• Ekonomi: 67,88%
• Ketenagakerjaan: 66,13%
Program Prioritas yang Harus Diselesaikan:
• Ketenagakerjaan: 26,63%
• Ekonomi: 22,61%
• Tata Kelola Lingkungan: 12,24%
• Infrastruktur: 8,12%
• Transportasi: 7,36%
Tingkat Keyakinan Publik pada Kepemimpinan Tri–Harris:
• Sangat yakin: 15,75%
• Cukup yakin: 33,12%
• Kurang yakin: 11,12%
• Tidak yakin: 9,37%
• Tidak tahu/tidak menjawab: 30,64%
LS Vinus menilai 100 hari pertama harus dijadikan pondasi untuk memperkuat arah kebijakan jangka menengah dan menjadi tolak ukur awal dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
Baca Juga: Dinas SDA Jabar: Bangunan Liar di Bantaran Saluran Srimukti Harus Ditertibkan
“Masih ada sektor-sektor di bawah rata-rata. Artinya, masyarakat menilai masih banyak hal yang perlu dibenahi,” pungkas Yusfitriadi.
Jika Anda membutuhkan versi infografik, kutipan narasumber, atau angle spesifik (ekonomi, politik, pemerintahan), saya bisa bantu lanjutkan.***




