BEKASI.POJOKSATU.ID — Proses pendaftaran tahap pertama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Barat tahun 2025 untuk jenjang SMA, SMK, dan sederajat resmi ditutup. Namun, proses verifikasi dan validasi data calon siswa di wilayah Bekasi masih berjalan lambat.
Dari total 45.002 pendaftar, hanya 335 data yang telah lolos verifikasi. Sementara, sebanyak 39.131 data masih dalam proses, dan 5.536 belum diperiksa sama sekali.
Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah III Jawa Barat, I Made Supriatna, menyebutkan bahwa lambannya proses ini disebabkan oleh kendala teknis, terutama server yang sempat bermasalah pada awal pembukaan pendaftaran.
Baca Juga: Kuota Domisili SPMB di SMAN 3 Cikarang Utara Penuh, Pihak Sekolah Tak Dapat Tambah Lagi
“Selama dua hari servernya sempat tidak stabil, sehingga operator sekolah tidak bisa melakukan verifikasi,” ujar I Made, Senin, 16 Juni 2025.
Ia menambahkan, kendala tersebut berdampak pada kelancaran proses verifikasi hingga hari terakhir pendaftaran. Namun, saat ini proses verifikasi tetap berjalan dan pendaftar masih diberi kesempatan melakukan masa sanggah hingga Selasa, 17 Juni 2025.
“Verifikasi masih berlangsung sampai hari ini. Masa sanggah masih bisa dilakukan oleh calon siswa yang sudah mendaftar,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Cikarang Pusat, Sayuti, menyampaikan bahwa pihak sekolah tengah memaksimalkan proses verifikasi data sesuai arahan dari Dinas Pendidikan Jawa Barat.
Baca Juga: Ratusan Warga Geruduk SMAN 3 Cikarang Utara, Protes Siswa Tak Lolos Jalur Domisili SPMB
“Percepatan proses verifikasi memang diinstruksikan dari pusat, tapi kami tetap melakukannya dengan teliti dan sesuai prosedur,” kata Sayuti.
Menurutnya, lonjakan pendaftar terjadi di hari ketiga hingga akhir masa pendaftaran. Meski demikian, pihaknya belum menambah jumlah verifikator karena masih bisa ditangani dengan sumber daya yang ada.
“Verifikator tetap seperti semula, tapi kami pastikan prosesnya terus berjalan secara maksimal,” ujar Sayuti.
Adapun total kuota yang tersedia untuk jenjang SMA dan SMK di wilayah Bekasi sebanyak 25.529 kursi. Rinciannya, SMA sebanyak 17.037 kursi, dan SMK sebanyak 8.492 kursi.
Dengan banyaknya data yang belum diverifikasi, para orang tua dan calon siswa berharap proses ini dapat segera dipercepat agar mereka segera mengetahui status kelulusan.***




