BEKASI.POJOKSATU.ID - Ketua Seleksi Penerimaan Siswa Baru (SPMB) SMAN 3 Cikarang Utara, Yuliani, menyatakan bahwa proses penerimaan jalur domisili sudah selesai.

Dari 432 pendaftar, sekitar 151 siswa telah diterima. Kuota yang tersedia terbatas karena jumlah rombongan belajar (rombel) tetap 12 kelas, menyesuaikan fasilitas sekolah.

“Dari kuota itu, 146 siswa berasal dari Desa Waluya dan warga BCL. Saat ini jalur domisili sudah ditutup. Untuk yang belum diterima, kami minta mengikuti jalur prestasi melalui tes kompetensi akademik,” jelas Yuliani, Kamis, 19 Juni 2025.

Baca Juga: Ratusan Warga Geruduk SMAN 3 Cikarang Utara, Protes Siswa Tak Lolos Jalur Domisili SPMB

Yuliani menyebut, pihak sekolah tak memiliki kewenangan untuk menambah kuota ataupun membuat kebijakan di luar ketentuan sistem yang berlaku.

“Kebijakan ada di tingkat pimpinan. Kami hanya menjalankan sistem,” kata dia mengakhiri.

Warga yang mendatangi SMAN 3 Cikarang Utara berharap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung meninjau masalah ini dan mengevaluasi sistem SPMB yang dinilai tidak transparan serta menyulitkan masyarakat.

“Lokasi sekolah dekat rumah Wakil Bupati Bekasi. Tapi tiap tahun warga harus menangis dan mengemis agar anaknya bisa sekolah. Ini bukan keadilan,” kata Lena, mewakili suara para orang tua.***