BEKASI.POJOKSATU.id - Kabar duka atas wafatnya Warta Kusuma, mantan pemain Timnas Indonesia era 1980-an, mengundang duka mendalam di kalangan masyarakat Kota Bekasi. Sejak pagi, rumah duka di Kampung Pintu Air, Gang Bola, Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Medansatria, dipadati para pelayat yang datang silih berganti, Senin, 28 Juli 2025.

Warta Kusuma menghembuskan napas terakhir pada usia 62 tahun, tepat pada Selasa dini hari pukul 03.00 WIB, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi.

Tak hanya warga sekitar, para pelayat juga datang dari berbagai kalangan—termasuk organisasi masyarakat, komunitas sepak bola, dan jajaran pegawai Pemerintah Kota Bekasi. Di sepanjang gang menuju rumah duka, terlihat deretan bendera kuning dan karangan bunga yang dipasang sebagai bentuk penghormatan terakhir. Nama almarhum pun tertulis jelas di spanduk duka: “H. Warta Kusuma, bin H. Basuki.”

Baca Juga: Sebelum Meninggal Dunia, Warta Kusuma Derita Penyakit Diabetes dan Komplikasi

Sejumlah nama besar di dunia sepak bola nasional yang berasal dari Bekasi turut hadir dalam prosesi takziah, antara lain Umar Alattas, Nur Alim, Sudana Sukri, dan Tias Tono Taufik.

Salah satu sahabat sekaligus junior almarhum, Nur Alim, mengenang Warta Kusuma sebagai sosok senior yang sangat berjasa dalam perkembangan sepak bola di Kota Bekasi.

“Yang jelas ya, almarhum ini sosoknya seorang teman, seorang senior, seorang mantan juga untuk buat para pemain-pemain yang ada di Kota Bekasi, khususnya pribadi saya. Saya sampai jadi pemain nasional ini karena berkat dia juga, seperti itu. Jadi banyak sekali jasa yang diberikan selama almarhum masih hidup,” ungkap Nur Alim.

Baca Juga: Warta Kusuma Konsten Berkiprah di Sepak Bola Hingga Akhir Hayat

Setelah disalatkan di Masjid Jami Al-Inayah pukul 10.13 WIB, jenazah Warta Kusuma dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Nurul Janah, Kota Bekasi, pada pukul 10.30 WIB.

Kepergian Warta Kusuma meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi masyarakat Bekasi, tetapi juga bagi dunia sepak bola nasional yang kehilangan sosok panutan, pelatih, sekaligus legenda lapangan hijau.