BEKASI.POJOKSATU.id - Pengurus Pusat Muhammadiyah resmi mengambil alih pengelolaan Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi dan mengganti namanya menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia (UMI).
Unisma merupakan salah satu kampus tertua di Bekasi. Kampus ini berdiri pada 1982 atas prakarsa Bupati Bekasi saat itu, Abdul Fattah, di lahan seluas 10 hektare. Sebagai ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI), Abdul Fattah mendirikan Akademi Pembangunan Desa (APD) yang awalnya berlokasi di Gedung Juang 45, Tambun Selatan.
Seiring waktu, APD berkembang menjadi Akademi Administrasi Pembangunan (AAP), lalu menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) pada 1985. Pada masa itu, kegiatan perkuliahan pindah ke Jalan Cut Meutia No. 83, lokasi yang menjadi kampus Unisma hingga sekarang.
Kemudian, berdiri pula sekolah tinggi lain di lahan yang sama, yaitu Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE), dan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER). Ketiga sekolah tinggi tersebut akhirnya melebur menjadi Universitas Islam 45 (Unisma) berdasarkan SK Mendikbud Nomor 0483/O/1987.
Unisma Bekasi memiliki tujuh fakultas dengan 21 program studi dan tiga program magister. Kampus ini menyediakan tiga pilihan waktu kuliah, yakni reguler pagi (A), reguler sore/malam (B), dan program eksekutif/karyawan (C), untuk memudahkan mahasiswa menyesuaikan dengan kebutuhan mereka.
Selain fokus pada pendidikan, Unisma juga mendukung pengembangan minat, bakat, dan keterampilan mahasiswa melalui beragam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Dengan slogan Preparing the Future, kampus ini memiliki visi melahirkan insan khairu ummah—lulusan yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sekaligus berakhlak mulia.***




