BEKASI.POJOKSATU.id – Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, mendorong Pemerintah Kota Bekasi untuk mengadopsi sistem transportasi terintegrasi seperti JakLingko di Jakarta atau Wara-Wiri di Surabaya.

Latu menjelaskan bahwa kelemahan transportasi saat ini adalah tidak adanya sub-koridor yang menghubungkan pemukiman dengan rute bus utama.

Bus-bus bantuan Pemkot Bekasi dan DKI Jakarta sudah berjalan, tetapi belum cukup. “Yang menjadi penghubungnya adalah angkot,” kata pria yang akrab disapa Bang Jampang ini.

Dengan mengadopsi model transportasi berbasis subsidi, armada bisa lebih modern, sopir digaji bulanan, dan tidak ada lagi praktik ngetem. Sistem ini juga memungkinkan penggunaan aplikasi untuk memantau trayek dan jam operasi.

Baca Juga: 90 Persen Angkot di Kota Bekasi Disebut Tak Layak Jalan, DPRD Minta Pemerintah Lakukan Reformasi Transportasi

“Kalau kita mau, kita bisa menyediakan anggaran miliaran rupiah per tahun. Swasta menyediakan armadanya, pemerintah mensubsidi operasional dan gaji sopir,” ujarnya.

Ia juga optimistis para sopir angkot yang saat ini beroperasi tidak akan menolak jika komunikasi dan sosialisasi dilakukan dengan baik. (adv)***