BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melaporkan adanya penurunan signifikan pada kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi, angka kekerasan tahun ini menurun hampir 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala DP3A Kota Bekasi, Ridwan AS, mengungkapkan bahwa hingga awal Desember 2025, pihaknya menerima 193 laporan kekerasan terhadap anak. Jumlah tersebut turun dari 313 kasus pada 2024.

Baca Juga: Jelang Natal 2025, Satpol PP Kota Bekasi Perketat Pengamanan dan Gandeng Densus 88 serta BNPT

Sementara itu, kekerasan terhadap perempuan juga menunjukkan penurunan drastis, dari 436 kasus pada 2024 menjadi 189 kasus pada 2025.

Ridwan menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari strategi pencegahan yang dijalankan secara konsisten.

“Penurunan ini bukan terjadi secara kebetulan, melainkan buah dari langkah preventif dan kuratif yang dibangun secara sistematis,” ujarnya.

Upaya preventif yang dimaksud mencakup penguatan sosialisasi kebijakan perlindungan, edukasi kepada masyarakat, serta peningkatan ketahanan keluarga. Di sisi lain, langkah kuratif dan penanganan dilakukan melalui optimalisasi regulasi dan penguatan peran UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak.

Baca Juga: Satpol PP Kota Bekasi Kerahkan 648 Personel untuk Amankan Perayaan Natal di 20 Gereja

Selain itu, DP3A juga memastikan adanya mekanisme pelaporan yang mudah diakses, respons cepat, serta koordinasi yang solid bersama aparat penegak hukum. Seluruh proses terus dimonitor dan dievaluasi untuk menjaga efektivitas penanganan.

Ridwan menekankan bahwa DP3A berkomitmen mewujudkan ekosistem perlindungan yang menyeluruh dan berkelanjutan.

“Tujuan utama kami adalah memastikan Kota Bekasi menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi perempuan dan anak,” tambahnya.

Penurunan kasus ini menjadi dorongan positif bagi berbagai upaya perlindungan kelompok rentan, dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menekan angka kekerasan secara signifikan.***