BEKASI.POJOKSATU.id – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem dan risiko bencana hidrometeorologi.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bekasi, Wiratma Puspita, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya memusatkan perhatian pada langkah-langkah antisipasi terhadap cuaca ekstrem serta potensi banjir yang kerap meningkat di akhir tahun.
“Kami fokus melakukan persiapan menghadapi cuaca ekstrem menjelang pergantian tahun,” ujar Wiratma, Kamis, 18 Desember 2025.
Ia menjelaskan, BPBD juga memberikan perhatian khusus pada kawasan permukiman yang berpotensi ditinggal penghuninya selama libur panjang Natal dan Tahun Baru. Kondisi tersebut dinilai rawan apabila terjadi hujan lebat yang dapat memicu genangan maupun banjir.
Baca Juga: Perbaikan Lokomotif KA Manahan di Stasiun Bekasi Picu Keterlambatan Commuter Line Cikarang
“Kekhawatiran kami adalah ketika hujan ekstrem terjadi sementara rumah-rumah ditinggal penghuninya. Itu menjadi salah satu perhatian utama kami, sehingga pemantauan cuaca terus kami lakukan dengan mengacu pada informasi BMKG,” jelasnya.
Wiratma menambahkan, kondisi cuaca saat ini semakin sulit diprediksi. Meski sebelumnya peringatan cuaca ekstrem diperkirakan terjadi pada November, potensi kejadian serupa tetap bisa muncul secara tiba-tiba, sebagaimana yang baru-baru ini terjadi di sejumlah wilayah di Sumatera.
“Cuaca sekarang tidak bisa ditebak. Walaupun peringatan ekstrem sebelumnya di bulan November, tapi kenyataannya kejadian ekstrem masih bisa muncul mendadak. Kita berharap hal serupa tidak terjadi di wilayah Bekasi,” ungkapnya.
Baca Juga: Wali Kota Bekasi Buka Turnamen Bola Voli Antar SMP Negeri, Perebutkan Piala Wali Kota
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, khususnya bagi warga yang bermukim di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Bekasi. Masyarakat diminta rutin memantau perkembangan ketinggian muka air melalui kanal resmi BPBD.
“Kami terus memantau kondisi Kali Bekasi dan secara berkala memperbarui informasi tinggi muka air. Masyarakat bisa mengikuti kanal informasi BPBD agar mengetahui pergerakan air dan lebih tenang dalam mengantisipasi risiko,” pungkasnya.***




