BEKASI.POJOKSATU.ID - Penumpang KRL dan warga sekitar Stasiun Bekasi diminta bersabar menyusul belum dapat direalisasikannya rencana penutupan akses keluar-masuk pintu selatan Stasiun Bekasi di Jalan Ir H Juanda.
Pemerintah Kota Bekasi menegaskan bahwa kebijakan tersebut masih dalam tahap kajian dan sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur penunjang.
Khususnya pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di sisi selatan stasiun.
Baca Juga: Penutupan Pintu Selatan Stasiun Bekasi Ditunda, Dishub Tak Mau Ambil Risiko
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, mengatakan hingga saat ini pintu selatan masih dibuka karena JPO yang direncanakan sebagai jalur aman bagi penumpang dan pejalan kaki belum terealisasi.
Menurutnya, penutupan akses tanpa menyediakan jalur penyeberangan yang layak justru akan menyulitkan masyarakat yang setiap hari menggunakan layanan KRL.
“Penutupan pintu selatan sekarang masih dikaji. Kami masih menunggu dibangunnya jembatan penyeberangan orang di sisi selatan,” ujar Zeno, dikutip dari Radar Bekasi, 6 Januari 2026.
Baca Juga: Jadi Penyeimbang Kekuasaan, Partai Buruh Siap Awasi Langkah Plt Bupati Bekasi
Ia menjelaskan, Stasiun Bekasi merupakan salah satu simpul transportasi tersibuk di wilayah tersebut.
Setiap hari, ribuan penumpang KRL keluar dan masuk melalui berbagai akses, termasuk pintu selatan yang terhubung langsung dengan Jalan Ir H Juanda.
Karena itu, setiap perubahan akses harus mempertimbangkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jasa transportasi.
Baca Juga: Apel Perdana 2026, Wali Kota Bekasi Tekankan Transparansi dan Inovasi Pelayanan Publik
Zeno menegaskan bahwa Dishub memahami keinginan sebagian warga agar kawasan stasiun lebih tertata dan arus lalu lintas lebih tertib.
Namun, ia meminta masyarakat untuk memahami bahwa penataan tersebut tidak bisa dilakukan secara instan.
“Kami minta warga dan penumpang KRL bersabar. Semua ini dilakukan bertahap supaya tidak menimbulkan masalah baru,” katanya.
Menurut Zeno, setelah JPO selesai dibangun dan siap digunakan, Dishub akan menerapkan manajemen serta rekayasa lalu lintas untuk mendukung penutupan akses pintu selatan.
Rekayasa tersebut bertujuan memastikan pergerakan penumpang tetap lancar tanpa mengganggu arus kendaraan di sekitar stasiun.
Baca Juga: Ketua Dekopinda Bekasi Sebut Kualitas Pimpinan Jadi Kunci Kemajuan Koperasi
“Ketika JPO sudah terbangun dan beroperasi, tentu nantinya akan dilakukan manajemen rekayasa lalu lintas. Kami ingin akses penumpang tetap aman dan tertib,” ucapnya.
Ia menambahkan, kajian yang dilakukan Dishub tidak hanya mencakup aspek teknis, tetapi juga dampak sosial bagi warga sekitar.
Dengan pendekatan tersebut, diharapkan kebijakan yang diambil benar-benar memberikan manfaat bagi pengguna KRL maupun masyarakat sekitar Stasiun Bekasi.
Baca Juga: Ade Puspitasari Gelar Pendidikan Demokrasi untuk Anak Muda Kota Bekasi
Sambil menunggu realisasi pembangunan JPO, masyarakat diimbau untuk tetap menggunakan fasilitas yang ada dengan tertib serta mematuhi aturan lalu lintas.
Pemerintah Kota Bekasi memastikan penataan kawasan stasiun akan terus dilanjutkan secara bertahap dengan mengedepankan kepentingan publik.***




