BEKASI.POJOKSATU.id - Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Kota Bekasi menggelar talkshow bertema kesehatan mental melalui siaran Radio Dakta sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya perempuan, terhadap pentingnya memahami dan merawat kondisi psikologis diri.

Talkshow tersebut mengangkat topik “Kapan Terakhir Kali Kita Sadar dan Mendengarkan Kondisi Diri Sendiri?”, yang bertujuan mengajak pendengar melakukan refleksi diri di tengah berbagai peran dan tuntutan kehidupan sehari-hari.

Hadir sebagai narasumber, Neliana Puspitasari, M.Psi., Psikolog dari Divisi Penjangkauan PUSPAGA Kota Bekasi, menekankan bahwa refleksi diri kerap terabaikan. Hal itu bukan karena individu tidak memikirkan dirinya, melainkan karena kondisi mental sering diabaikan.

Baca Juga: Camat Pondokmelati: 33 Bangunan Tanpa Izin di atas Kali Harun

Neliana menjelaskan bahwa perempuan, dengan peran multitasking dan tanggung jawab yang kompleks, perlu lebih peka terhadap sinyal awal kegelisahan dan keresahan.

Menurutnya, permasalahan dapat datang tanpa diduga, namun setiap individu memiliki pilihan dalam menyikapinya, salah satunya dengan menjaga kesehatan mental agar tetap berdaya.

Dalam talkshow tersebut juga dipaparkan sejumlah tanda awal gangguan kesehatan mental yang perlu diwaspadai, seperti kelelahan fisik dan emosional, perubahan suasana hati, gangguan tidur, menurunnya motivasi, hingga kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial.

Neliana menambahkan, mengenali akar permasalahan menjadi langkah penting dalam perjalanan menuju kesejahteraan psikologis. Beberapa kondisi yang umum dialami masyarakat antara lain kecemasan, stres, depresi, serta burnout akibat tekanan berkepanjangan.

Sebagai upaya awal, masyarakat diajak melakukan langkah-langkah sederhana namun berdampak, seperti mengenali emosi tanpa menghakimi diri melalui teknik STOP, mencukupi waktu istirahat, mengonsumsi makanan bergizi, menyalurkan hobi, berolahraga untuk meningkatkan hormon serotonin dan dopamin, berbagi peran, serta berbicara dengan orang yang dipercaya.

Baca Juga: Wali Kota Bekasi Tinjau Rencana Pembongkaran Bangunan di Atas Kali Harun Jalan Raya Hankam

Jika diperlukan, Neliana juga mendorong untuk tidak ragu mencari bantuan profesional seperti psikolog, konselor, atau psikiater.

Di akhir sesi, Neliana menegaskan bahwa anggapan perempuan harus selalu kuat dan sabar adalah sebuah mitos. Menurutnya, meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan, melainkan wujud kekuatan karena mampu mengenali batas dan kebutuhan diri.

Peran keluarga serta lingkungan sekitar juga dinilai sangat penting dalam mendukung kesehatan mental perempuan, agar mereka dapat tumbuh menjadi individu yang berdaya, mampu mengelola stres, produktif, serta membangun relasi sosial yang sehat dalam kehidupan sehari-hari.***