BEKASI.POJOKSATU.ID - Hujan deras yang mengguyur Kota Bekasi pada Minggu 18 Januari 2026 kembali memicu banjir di sejumlah wilayah.
Pemerintah Kota Bekasi pun mengakui bahwa kinerja sungai-sungai pendukung di wilayah perbatasan belum optimal dalam menampung debit air saat curah hujan tinggi.
Akibatnya, sebanyak 101 kepala keluarga terpaksa mengungsi dari rumah mereka karena genangan air yang cukup tinggi.
Baca Juga: Tarif Kontainer UMKM Rp50 Juta Disorot DPRD, Dinilai Belum Berpihak ke Rakyat Kecil
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan bahwa sebagian besar wilayah terdampak berada di kawasan perbatasan dengan Kabupaten Bekasi.
Menurutnya, banjir kali ini menjadi pengingat bahwa persoalan pengelolaan sungai dan drainase masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan.
"Secara umum banjir kemarin yang mengalami dampak itu wilayah-wilayah yang memang berbatasan dengan kabupaten dan juga terkait dengan kinerja sungai pendukungnya," ujar Tri, dikutip dari Radar Bekasi, 20 Januari 2026.
Baca Juga: BPBD Catat Dampak Banjir di Kabupaten Bekasi, 17.563 KK Terdampak dan Ribuan Mengungsi
Tri menjelaskan, wilayah seperti Kecamatan Rawalumbu, Kecamatan Bekasi Utara, serta Kelurahan Aren Jaya dan Duren Jaya menjadi titik yang paling merasakan dampak hujan deras.
Di Kelurahan Aren Jaya, banjir bahkan mencapai ketinggian hingga satu meter.
Kondisi tersebut, kata Tri, dipengaruhi oleh belum optimalnya fungsi polder air seluas 3,8 hektare yang seharusnya berperan menahan dan mengendalikan limpasan air hujan.
Baca Juga: Tanggul Sungai Citarum Jebol, 5 Kampung di Muaragembong Terendam Banjir
Selain itu, permasalahan drainase dan kendala crossing di kawasan Kalimalang serta Jalan Tol juga dinilai memperparah genangan.
Aliran air yang terhambat membuat air hujan meluap ke permukiman dan jalan utama.
"Dan beberapa persoalan tersebut yang kini tengah kita benahi segera," kata Tri.
Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas wilayah dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Infrastruktur di wilayah perbatasan, seperti jembatan kecil di Rawakalong, disebut menjadi salah satu penyebab penyempitan aliran sungai.
Baca Juga: Wakil Ketua DPR Minta BBWS Segera Tangani Tanggul Jebol di Muaragembong
"Harus juga koordinasi dengan Kabupaten karena memang jembatan yang ada di Rawakalong itu kecil sekali sehingga terjadi penyempitan," ujarnya.
Data BPBD Kota Bekasi mencatat genangan terjadi di sejumlah titik, mulai dari Medan Satria, Bekasi Timur, hingga Rawalumbu, dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 100 sentimeter.
Pemerintah daerah memastikan penanganan darurat terus dilakukan sembari menyiapkan langkah jangka menengah dan panjang agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Baca Juga: Dekorasi Natal Ramah Lingkungan, DIY Hiasan Gantung Dari Kayu
Tri berharap evaluasi menyeluruh terhadap fungsi sungai pendukung, polder, dan sistem drainase dapat segera direalisasikan.
Ia menekankan bahwa tanpa perbaikan infrastruktur air yang menyeluruh dan terintegrasi antarwilayah, banjir akan terus menjadi ancaman setiap kali hujan deras mengguyur Bekasi.***




