BEKASI.POJOKSATU.ID - BMKG mengimbau masyarakat di wilayah Jabodetabek untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang diperkirakan terjadi selama periode 1–5 Februari 2026.
Warga diminta aktif memantau informasi cuaca terbaru dan mengambil langkah antisipatif guna meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi.
Dalam keterangan resminya melalui media sosial, BMKG menyebutkan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi hampir merata di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi selama beberapa hari ke depan.
Kondisi ini dinilai berisiko memicu dampak lanjutan seperti genangan air, luapan sungai, hingga banjir di wilayah-wilayah rawan.
BMKG menekankan bahwa kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi cuaca ekstrem.
Baca Juga: Dinkes Bekasi Fokus Pengawasan Sanitasi dan Distribusi Makan Bergizi Gratis di Sekolah
“Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru dari sumber resmi BMKG dan segera mengambil langkah antisipatif apabila berada di wilayah rawan banjir atau longsor,” tulis BMKG dalam pernyataan resminya.
Sejumlah wilayah di Jabodetabek masuk dalam kategori waspada, bahkan sempat berstatus siaga pada hari tertentu, terutama di wilayah pesisir dan dataran rendah.
BMKG meminta warga untuk tidak mengabaikan peringatan dini meskipun hujan belum terjadi secara ekstrem di wilayah tempat tinggal masing-masing.
Langkah antisipasi yang disarankan antara lain membersihkan saluran air di lingkungan sekitar, menghindari aktivitas di area rawan banjir dan longsor, serta menyiapkan kebutuhan darurat apabila hujan lebat berlangsung dalam durasi panjang.
Baca Juga: 8 Lokasi Jabodetabek Disulap Jadi Set Film Extraction: Tygo, Ada Lisa BLACKPINK
Pengguna jalan juga diminta meningkatkan kehati-hatian karena potensi genangan dan jarak pandang terbatas saat hujan deras.
BMKG juga mengingatkan pentingnya peran pemerintah daerah dan aparat setempat dalam memastikan kesiapan infrastruktur pengendali banjir, termasuk pompa air dan sistem drainase.
Koordinasi lintas sektor dinilai penting agar dampak cuaca ekstrem dapat ditekan seminimal mungkin.
“Hujan yang terjadi secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi. Oleh karena itu, kami meminta seluruh pihak, termasuk masyarakat, untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan,” lanjut pernyataan BMKG.
Baca Juga: Jakarta Tak Bisa Sendiri, Operasi Pekat Jaya Awasi Bekasi, Depok, dan Tangerang
Dengan potensi cuaca ekstrem yang masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan, BMKG kembali menegaskan agar masyarakat tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Warga diimbau mengakses pembaruan cuaca hanya melalui kanal resmi BMKG agar memperoleh informasi yang akurat dan terkini.




