BEKASI.POJOKSATU.ID - Polda Metro Jaya menegaskan bahwa keamanan Jakarta tidak bisa dilepaskan dari kondisi wilayah penyangga di sekitarnya.

Melalui Operasi Pekat Jaya 2026, aparat gabungan memperlakukan kawasan Jabodetabek sebagai satu ekosistem keamanan yang saling terhubung, termasuk Tangerang, Bekasi, dan Depok.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menyampaikan bahwa pengawasan tidak hanya difokuskan di wilayah DKI Jakarta.

Baca Juga: 975 Personel Gabungan Turun ke Jalan, Operasi Pekat Jaya Digelar Besar-besaran

Tetapi juga diperluas ke daerah-daerah penyangga yang memiliki mobilitas tinggi dan berpotensi menimbulkan efek domino terhadap keamanan ibu kota.

“Meski fokus utama berada di wilayah Jakarta, daerah penyangga seperti Tangerang, Bekasi, dan Depok tetap kami awasi dengan cermat,” ujar Asep, Kamis 29 Januari 2026.

Menurutnya, gangguan keamanan yang terjadi di wilayah penyangga kerap berdampak langsung ke Jakarta, baik berupa pergerakan kelompok kriminal, tawuran lintas wilayah, hingga aktivitas geng motor.

Baca Juga: Program Wajib Belajar 12 Tahun Diperkuat, PKBM Bekasi Jadi Andalan Pendidikan Nonformal

Oleh karena itu, patroli lintas wilayah menjadi strategi utama dalam Operasi Pekat Jaya 2026.

Aparat gabungan dari Polri, TNI, dan Satpol PP melakukan patroli terpadu yang menyasar jalur-jalur perbatasan, kawasan permukiman, serta titik-titik yang menjadi akses keluar masuk Jakarta.

Pos pantau juga didirikan di sejumlah titik strategis guna memantau pergerakan masyarakat dan mencegah potensi gangguan sejak dini.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Belum Reda, BPBD DKI Pantau Awan Tiap Hari Lewat Operasi Modifikasi Cuaca

“Jabodetabek ini satu kesatuan. Kalau ada gangguan di wilayah penyangga, dampaknya bisa langsung dirasakan di Jakarta,” kata Asep.

Dalam operasi yang melibatkan 975 personel gabungan ini, aparat tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga pendekatan preventif.

Patroli mobile lintas wilayah digencarkan untuk memastikan kehadiran aparat di lapangan, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang beraktivitas di malam hari.

Selain itu, aparat juga melakukan koordinasi intensif antarpolres di wilayah Jabodetabek.

Langkah ini bertujuan mempercepat pertukaran informasi serta memudahkan penanganan gangguan keamanan yang melibatkan pergerakan lintas daerah.

Baca Juga: Jasamarga Lanjutkan Perbaikan Jalan Tol Jakarta–Cikampek di Sejumlah Segmen Prioritas

Asep menjelaskan, sasaran Operasi Pekat Jaya mencakup berbagai bentuk penyakit masyarakat, mulai dari tawuran, geng motor, premanisme, peredaran minuman keras dan narkoba, hingga balapan liar dan kepemilikan senjata api ilegal.

Seluruh potensi gangguan tersebut dinilai dapat berkembang lintas wilayah jika tidak ditangani secara terpadu.

“Dengan patroli lintas wilayah dan sinergi antarinstansi, kami ingin menutup ruang gerak pelaku kejahatan,” tegasnya.

Kapolda juga menekankan kepada seluruh personel agar tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam bertugas, tanpa mengurangi ketegasan penegakan hukum.

Ia berharap, dengan strategi pengamanan terpadu ini, masyarakat Jabodetabek dapat menjalani aktivitas dan ibadah Ramadan dengan aman, tertib, dan nyaman.***