BEKASI.POJOKSATU.ID - Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bekasi menyatakan keberatan atas rencana operasional Bus Trans Bekasi Keren (Beken) yang akan kembali beroperasi di wilayah Kota Bekasi.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Bekasi membangun sistem transportasi massal yang terintegrasi.
Trans Bekasi Keren direncanakan melayani rute Terminal Induk Bekasi menuju Harapan Indah, serta terhubung dengan sejumlah titik transportasi lain seperti Stasiun Bekasi, Stasiun Kranji, hingga LRT Bekasi Timur–Barat.
Wakil Ketua Organda Kota Bekasi, Rm Purwadi, mengungkapkan kekecewaan pihaknya terhadap pemerintah daerah. Ia menilai kebijakan tersebut diambil tanpa komunikasi dan sosialisasi yang memadai kepada para pengemudi angkot yang trayeknya terdampak.
Baca Juga: Bus Trans Bekasi Keren Diprotes Sopir Angkot, Ancam Aksi Lebih Besar
“Penyebab utamanya karena belum ada sosialisasi ke trayek yang terdampak. Teman-teman angkot merasa keberatan karena rute mereka diambil alih tanpa diskusi sebelumnya,” ujar Purwadi kepada awak media, Selasa, 10 Februari 2026.
Menurutnya, kehadiran moda transportasi baru bukan hanya persoalan tumpang tindih jalur, tetapi juga menyangkut keberlangsungan ekonomi ribuan keluarga yang menggantungkan hidup dari sektor angkutan umum.
Ia menyebut, operasional Trans Bekasi Keren berpotensi menurunkan pendapatan sopir angkot secara signifikan. Terlebih, bus tersebut direncanakan digratiskan selama satu bulan pertama operasional.
“Kami cari setoran saja sudah susah. Sekarang ada bus gratis, pendapatan kami turun lebih dari 50 persen,” katanya.
Dalam logika masyarakat, lanjut Purwadi, layanan gratis akan lebih dipilih dibanding angkot berbayar dengan rute serupa. Hal ini dinilai menjadi pukulan berat bagi para pengemudi angkot di Kota Bekasi.
Organda Kota Bekasi juga telah menyampaikan empat tuntutan kepada Pemerintah Kota Bekasi dan Dinas Perhubungan sebagai bentuk respons atas kebijakan tersebut.***




