BEKASI.POJOKSATU.ID - Penataan besar-besaran koridor Kalimalang di Kota Bekasi tak hanya menjadi proyek pemerintah kota semata.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut ambil bagian dengan memberikan dukungan anggaran untuk pembangunan tiga dari lima jembatan melengkung yang direncanakan menggantikan 13 jembatan lama di sepanjang Jalan KH Noer Alie.

Sinergi lintas pemerintahan ini menjadi kunci percepatan proyek yang digadang-gadang akan mengubah wajah Kalimalang menjadi kawasan tertata, modern, sekaligus mendukung pengembangan wisata air Tirta Kalimalang.

Baca Juga: Tak Sekadar Jembatan, Pedestrian Kalimalang Diperindah dengan Anggaran Rp30 Miliar

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa dukungan Pemprov Jawa Barat menunjukkan keseriusan bersama dalam membenahi salah satu koridor strategis di wilayah penyangga ibu kota tersebut.

“Penataan kawasan Kalimalang ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tiga jembatan akan dibangun dengan dukungan provinsi dan ditargetkan selesai hingga akhir tahun ini,” ujar Tri Adhianto, Selasa 10 Februari 2026.

Menurut Tri, kolaborasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bagian dari penataan sistem transportasi dan tata ruang kota yang lebih terintegrasi.

Baca Juga: Sepasang Sejoli Diamankan Usai Diduga Buang Bayi di Apartemen Mutiara Bekasi

Selama ini, keberadaan 13 jembatan dengan jarak berdekatan dinilai memicu banyak simpang dan memperlambat arus lalu lintas.

“Kalau sekarang jarak antarjembatan kurang dari 500 meter, tentu mengganggu kecepatan dan keselamatan. Ke depan kita sederhanakan agar lalu lintas lebih lancar,” jelasnya.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi, Idi Sutanto, menambahkan bahwa total jembatan di koridor tersebut akan dirampingkan menjadi lima jembatan melengkung.

Baca Juga: Tri Adhianto Dorong Transportasi Terintegrasi, Trans Beken Jadi Awal Sistem Mobilitas Modern Bekasi

Tiga di antaranya mendapat dukungan anggaran dari Pemprov Jawa Barat.

“Nanti sepanjang Kalimalang sampai Sumber Artha hanya ada lima jembatan. Dari lima itu, tiga didukung Pemprov Jawa Barat,” tegas Idi.

Ia menyebut pembangunan jembatan kedua segera dimulai setelah pembongkaran jembatan lama dilakukan.

Target penyelesaian hingga akhir tahun ini diharapkan mampu mempercepat transformasi kawasan Kalimalang secara menyeluruh.

Selain aspek konstruksi, koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Perhubungan untuk memastikan rekayasa lalu lintas berjalan optimal selama proses pembangunan berlangsung.

Baca Juga: BKM Diminta Fokus Rutilahu, Sanitasi dan Taman Lingkungan Dukung Bekasi Sehat

Pemerintah ingin memastikan proyek strategis ini tetap berjalan tanpa mengganggu aktivitas masyarakat secara signifikan.

Dukungan provinsi dinilai menjadi sinyal kuat bahwa penataan Kalimalang bukan proyek parsial, melainkan bagian dari visi pembangunan kawasan metropolitan yang terhubung.

Bekasi sebagai kota penyangga Jakarta memiliki peran penting dalam menopang mobilitas dan pertumbuhan ekonomi regional.

Dengan sinergi antara Pemkot Bekasi dan Pemprov Jawa Barat, penataan Kalimalang diharapkan menjadi contoh kolaborasi efektif dalam pembangunan infrastruktur perkotaan yang terintegrasi, efisien, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.***