BEKASI.POJOKSATU.id – Sepasang kekasih berinisial MS (23 tahun) dan RR (29 tahun) diamankan aparat kepolisian setelah diduga meninggalkan bayi laki-laki yang baru dilahirkan di kawasan Perumahan Taman Puri Cendana, Desa Tridayasakti, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Keduanya diduga nekat meninggalkan bayi tersebut karena takut menghadapi tekanan sosial lantaran belum terikat pernikahan.

Kapolsek Tambun Selatan, Wuryanti, mengungkapkan bahwa pasangan tersebut berhasil diamankan tidak lama setelah warga menemukan bayi tersebut.

Baca Juga: Tawuran di Rawalumbu Gagal Pecah, 8 Orang Ditangkap Polisi

“Pasangan kekasih berinisial MS (23) dan RR (29), diduga nekat meninggalkan bayi mereka karena takut akibat belum menikah,” ujarnya, Selasa, 17 Februari 2026.

Peristiwa bermula saat warga menemukan seorang bayi laki-laki dalam kondisi masih sangat kecil dan diduga baru saja dilahirkan. Tangisan bayi itu menarik perhatian warga sekitar yang kemudian segera memberikan pertolongan.

Bayi tersebut langsung dibawa ke klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan awal, sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit guna perawatan lebih lanjut.

“Menurut keterangan bidan, bayi tersebut baru berusia beberapa jam. Saat diukur, bayi itu berbobot 2,6 kilogram dengan panjang 50 sentimeter dan dalam kondisi sehat,” jelasnya.

Penemuan bayi kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Dalam waktu singkat, petugas berhasil mengidentifikasi pelaku dan mengamankan MS sekitar pukul 16.00 WIB. Dua jam kemudian, RR turut ditangkap di wilayah Tambun Selatan.

Baca Juga: Mahasiswi Tewas di Apartemen Cikarang, Polisi Ungkap Dugaan Konsumsi Obat Aborsi Ilegal

“Pelaku diamankan petugas di wilayah hukum kami yakni Kecamatan Tambun Selatan,” tambah Wuryanti.

Selain mengamankan kedua pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat Street berwarna hitam serta kain biru yang digunakan saat meninggalkan bayi.

Saat ini, kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Tambun Selatan. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mengambil keputusan ekstrem dalam menghadapi persoalan hidup, khususnya yang berkaitan dengan masa depan anak.

“Kita mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil jalan pintas dalam menghadapi persoalan hidup dan segera mencari bantuan jika mengalami kesulitan,” tandasnya.***