BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kota Bekasi melalui Tim Penertiban dan Pembongkaran melakukan pembongkaran bangunan di atas lahan yang telah dibebaskan di RT 001 dan RT 002 RW 021, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kamis, 26 Februaru 2026.
Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Dinas Tata Ruang Kota Bekasi sebagai tahap persiapan pembangunan Flyover Bulak Kapal yang dirancang untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Penertiban melibatkan tim gabungan dari berbagai unsur, antara lain Polres Metro Bekasi Kota, Kodim 0507/Kota Bekasi, Sub Denpom Jaya/2-1 Kota Bekasi, Sub Garnisun 0507/Bekasi, Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Pengadilan Negeri Kota Bekasi, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Satpol PP Kota Bekasi, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Diskominfostandi, Bagian Hukum Setda, Kecamatan Bekasi Timur, serta Kelurahan Margahayu.
Baca Juga: Syarat dan Ketentuan Mudik Gratis Kota Bekasi 2026, Jangan Sampai Kelewatan
Pelaksanaan pembongkaran mengacu pada Surat Perintah Wali Kota Bekasi Nomor 800.1.11.1/1139/Distaru tertanggal 25 Februari 2026. Langkah ini diambil dalam rangka penataan ruang yang optimal sekaligus mendukung realisasi pembangunan infrastruktur strategis daerah.
Penata Ruang Ahli Muda Dinas Tata Ruang Kota Bekasi, Tarmuji, menyampaikan terdapat 9 bangunan di atas lahan yang sebelumnya telah dibebaskan dengan kepemilikan atas nama empat orang.
“Terdapat sembilan bangunan dengan status kepemilikan empat orang, di mana lahannya telah dibebaskan dan hari ini dilakukan pembongkaran,” ujarnya.
Baca Juga: Rute Tujuan Mudik Gratis Kota Bekasi 2026
Ia menjelaskan, sebagian pemilik telah membongkar bangunannya secara mandiri sehingga proses penertiban dapat dirampungkan dalam waktu relatif singkat.
Pemerintah Kota Bekasi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam mempercepat pembangunan Flyover Bulak Kapal sebagai solusi jangka panjang terhadap kemacetan di wilayah Bekasi Timur. Selama proses berlangsung, pembongkaran dilaporkan berjalan aman dan terkendali.***




