BEKASI.POJOKSATU.ID - Perayaan Kirab Budaya Cap Go Meh 2026 di Kota Bekasi berlangsung meriah pada Selasa 3 Maret 2026 sore.

Sebanyak 800 peserta ambil bagian dalam iring-iringan budaya yang menjadi magnet utama masyarakat untuk memadati sepanjang rute kirab, mulai dari Kelenteng Hok Lay Kiong hingga menyusuri Jalan Mayor Oking dan Jalan Ir. H. Juanda.

Rangkaian acara yang dijadwalkan berlangsung pukul 16.00 hingga 18.00 WIB ini menyedot perhatian ribuan warga yang telah memadati lokasi sejak sore hari.

Baca Juga: 72 Drainase Lingkungan Dibangun 2026, Disperkimtan Bekasi Targetkan Tekan Risiko Banjir Permukiman

Atraksi barongsai, liong, dan tatung menjadi daya tarik utama dalam perayaan yang digelar di jantung Kota Bekasi tersebut.

Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme warga begitu tinggi. Sejak pukul 15.30 WIB, badan jalan telah dipenuhi penonton yang ingin menyaksikan langsung parade budaya tersebut.

Iring-iringan peserta tampil dengan kostum warna-warni khas perayaan Cap Go Meh, lengkap dengan ornamen naga dan tabuhan genderang yang menggema di sepanjang rute.

Baca Juga: Gejolak Timur Tengah Mengguncang, Industri Umroh Pantau Risiko dan Jalur Penerbangan

Atraksi barongsai yang lincah dengan gerakan akrobatik sukses memancing tepuk tangan penonton.

Sementara itu, pertunjukan liong yaitu naga panjang yang digerakkan belasan orang menjadi simbol kemakmuran dan keberuntungan yang dinantikan masyarakat setiap tahunnya.

Tak kalah menarik, penampilan tatung yang identik dengan tradisi spiritual Tionghoa juga menjadi pusat perhatian karena keunikannya.

Baca Juga: LPCK Capai Target Marketing Sales FY25 Rp1,65 Triliun, Pendapatan Tumbuh Signifikan

Seorang warga, Denny (27), mengaku sengaja datang untuk menyaksikan kemeriahan kirab budaya tersebut.

Menurutnya, Cap Go Meh di Bekasi selalu menjadi agenda tahunan yang sayang untuk dilewatkan.

“Saya mau lihat acara, memang ramai sekali. Tapi ini memang jadi tontonan menarik setiap tahun,” ujarnya.

Kirab budaya Cap Go Meh tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi, tetapi juga berpotensi mendorong sektor pariwisata lokal.

Kehadiran ratusan peserta dari berbagai unsur komunitas menunjukkan bahwa perayaan ini menjadi ruang ekspresi budaya yang inklusif dan terbuka bagi masyarakat luas.

Baca Juga: Pasar Properti Premium Menggeliat, Summarecon Bekasi Percaya Diri Jual 30 Unit Soultan Island

Sepanjang rute kirab, suasana semakin semarak dengan deretan pedagang aksesori merah khas Imlek yang turut meramaikan acara.

Lampion, hiasan naga, hingga berbagai pernak-pernik dijajakan kepada pengunjung yang memadati kawasan tersebut.

Kemeriahan Cap Go Meh 2026 mempertegas posisi Kota Bekasi sebagai salah satu daerah yang konsisten menjaga tradisi keberagaman budaya.

Baca Juga: MWT dan Safari Ramadhan, Strategi Pertamina Regional JBB Jaga Energi Tetap Aman Selama Lebaran 2026

Perayaan yang berlangsung selama dua jam ini menjadi simbol harmoni sekaligus ajang promosi budaya yang mampu menarik perhatian masyarakat lintas usia.

Dengan partisipasi 800 peserta dan ribuan penonton yang memadati kawasan Juanda, Kirab Cap Go Meh 2026 bukan sekadar parade budaya.

Melainkan peristiwa wisata tahunan yang menghidupkan denyut kota serta memperkuat identitas multikultural Kota Bekasi.***