BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Kesehatan memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal selama masa arus mudik dan libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Sebanyak 16 puskesmas disiagakan untuk beroperasi selama 24 jam guna mengantisipasi kebutuhan medis masyarakat dan para pemudik yang melintas di wilayah Kota Bekasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraeni, menegaskan komitmen pihaknya untuk menjaga layanan kesehatan tetap prima meskipun memasuki periode libur panjang Lebaran.

Menurutnya, pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan mendasar yang tidak boleh terhenti dalam kondisi apa pun.

Baca Juga: Fenomena Tahunan Jelang Idulfitri, Harga Daging Sapi di Pasar Bekasi Kembali Naik hingga Rp160 Ribu per Kg

“Menjaga kesehatan merupakan hal yang mutlak kita lakukan. Karena itu Dinas Kesehatan berkomitmen memberikan pelayanan penuh kepada masyarakat,” ujar Satia, dikutip dari Radar Bekasi, 17 Maret 2026.

Ia menjelaskan, secara keseluruhan Kota Bekasi memiliki 55 puskesmas, lima Rumah Sakit Umum Daerah, serta 44 rumah sakit swasta.

Seluruh fasilitas tersebut tetap memberikan pelayanan selama periode libur Lebaran, meskipun terdapat penyesuaian jam operasional di beberapa unit layanan.

Khusus untuk mengantisipasi kondisi kegawatdaruratan, 16 puskesmas ditetapkan sebagai puskesmas siaga 24 jam.

Baca Juga: BPBD Bekasi Keluarkan Peringatan Penting untuk Pemudik, Cuaca Ekstrem Mengintai

Layanan ini mencakup penanganan kasus darurat umum hingga pelayanan obstetri neonatal emergensi dasar, yang sangat penting bagi ibu hamil dan bayi baru lahir.

“Untuk layanan kegawatdaruratan, khususnya pelayanan obstetri neonatal emergensi dasar, 16 puskesmas tetap buka 24 jam. Begitu juga dengan rumah sakit yang tetap memberikan pelayanan,” jelasnya.

Satia menambahkan, selama masa cuti bersama, puskesmas di Kota Bekasi tetap melayani masyarakat dan hanya tutup pada hari pertama Idulfitri.

Setelah itu, pelayanan kembali berjalan normal sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Tak hanya di fasilitas kesehatan, Dinas Kesehatan juga menempatkan tenaga medis di sejumlah posko mudik yang tersebar di empat jalur utama Kota Bekasi.

Di setiap titik, disiagakan satu dokter, satu tenaga paramedis, serta satu pengemudi ambulans yang berjaga selama 24 jam penuh.

“Di setiap titik kami menyiapkan satu dokter, satu paramedis, serta satu pengemudi ambulans yang berjaga selama 24 jam,” kata Satia.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan pemudik yang mengalami gangguan kesehatan saat perjalanan dapat segera memperoleh penanganan medis dengan cepat dan tepat.

Baca Juga: Muhammadiyah Gelar Salat Idulfitri 20 Maret 2026, Ini 12 Lokasi di Kabupaten Bekasi

Selain fokus pada layanan kuratif dan kegawatdaruratan, Dinas Kesehatan Kota Bekasi juga meningkatkan pengawasan keamanan pangan menjelang Lebaran.

Inspeksi dilakukan ke pasar tradisional dan supermarket guna memastikan makanan yang beredar aman dan layak konsumsi.

Dinkes juga mewaspadai potensi penyebaran penyakit menular, termasuk malaria, mengingat Kota Bekasi menjadi salah satu daerah tujuan pemudik dari berbagai wilayah, termasuk daerah endemis.

Dengan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, tenaga medis, hingga pengawasan pangan, Pemerintah Kota Bekasi berharap masyarakat dan para pemudik dapat menjalani perjalanan serta merayakan Idulfitri dengan aman, sehat, dan nyaman.***