BEKASI.POJOKSATU.ID - Fenomena antrean warga di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) mulai terlihat di Kota Bekasi menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Warga, khususnya ibu rumah tangga, rela menunggu lama demi mendapatkan uang pecahan kecil untuk kebutuhan Lebaran.
Pantauan di salah satu ATM bank swasta di Jalan Insinyur Djuanda, Selasa, 17 Maret 2026, menunjukkan antrean tidak terlalu panjang. Namun, durasi tunggu yang cukup lama membuat warga harus bersabar hingga berjam-jam.
Petugas keamanan terlihat berjaga untuk mengatur antrean serta memastikan situasi tetap tertib dan kondusif.
Salah satu warga Rawalumbu, Aisyah (35 tahun), mengaku telah mengantre sejak pagi dan harus menunggu sekitar tiga jam untuk menarik uang pecahan Rp10 ribu hingga Rp20 ribu.
“Sudah dari pagi tadi di sini, untuk ambil uang yang akan digunakan untuk Idulfitri nanti,” ujarnya.
Menurut Aisyah, uang pecahan kecil sangat dibutuhkan untuk tradisi berbagi saat Lebaran, seperti memberikan uang kepada anak-anak maupun kerabat.
Namun, ia mengungkapkan proses penarikan sering terhambat karena uang di dalam mesin ATM cepat habis akibat tingginya permintaan masyarakat.
“Ini cepat sekali habisnya, jadi harus nunggu lagi untuk bisa tarik tunai,” katanya.
Ia memilih menarik uang langsung dari ATM dibandingkan menukarnya di pinggir jalan karena khawatir terhadap risiko peredaran uang palsu yang kerap meningkat menjelang Lebaran.
“Kalau tukar di jalan takut uangnya palsu, kita tidak tahu keasliannya,” tambahnya.
Baca Juga: Pemudik Tak Perlu Khawatir! Empat Jalur Utama Bekasi Dijaga Dokter dan Ambulans Selama 24 Jam
Kondisi ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan uang pecahan di tengah masyarakat menjelang Idulfitri. Warga pun diimbau untuk melakukan transaksi di tempat resmi agar terhindar dari potensi penipuan maupun peredaran uang palsu.***




