BEKASI.POJOKSATU.ID - Arus balik Lebaran 2026 membawa lonjakan signifikan jumlah warga yang kembali ke Kota Bekasi.

Ribuan pendatang dari berbagai daerah mulai berdatangan, terutama melalui jalur transportasi darat seperti Terminal Induk Bekasi dan Terminal DAMRI Kayuringin.

Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kepadatan mobilitas, tetapi juga memunculkan kekhawatiran akan potensi masuknya penyakit menular, termasuk malaria.

Pemerintah Kota Bekasi pun meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan berbagai langkah antisipasi di tengah tingginya arus kedatangan.

Baca Juga: Usai Libur Lebaran, Pelayanan Kesehatan di Bekasi Dipastikan Kembali Normal dan Optimal

Kepala Dinkes Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti, mengatakan bahwa lonjakan pendatang pascamudik menjadi salah satu faktor risiko yang harus diwaspadai.

Terlebih, sebagian warga datang dari wilayah yang masih tergolong endemis malaria.

“Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini kasus malaria guna mencegah potensi penularan di wilayah Kota Bekasi,” ujar Satia, dikutip dari Radar Bekasi, Rabu 25 Maret 2026.

Sebagai bentuk respons cepat, Dinkes menggelar pemeriksaan kesehatan di titik-titik kedatangan utama.

Baca Juga: 7.784 PPPK Kabupaten Bekasi Ikuti Orientasi Besar-Besaran 2026, Disiapkan Jadi ASN Profesional dan Berintegritas

Pemeriksaan dilakukan terhadap warga yang baru tiba, khususnya mereka yang memiliki riwayat perjalanan dari daerah rawan penyakit.

Selain pemeriksaan di lapangan, Dinkes juga menginstruksikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan.

Puskesmas dan rumah sakit diminta lebih sigap dalam mendeteksi gejala penyakit, terutama demam yang berpotensi mengarah pada malaria.

“Kami mengimbau kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan dini terhadap pasien dengan gejala yang mengarah pada malaria,” ucapnya.

Lonjakan pendatang ke Bekasi memang menjadi fenomena rutin setiap tahun usai Lebaran.

Sebagai kota penyangga ibu kota, Bekasi menjadi tujuan utama para pekerja yang kembali beraktivitas setelah libur panjang.

Namun di balik itu, risiko kesehatan juga ikut meningkat seiring tingginya mobilitas manusia.

Dinkes menegaskan bahwa peran aktif masyarakat juga sangat penting dalam mencegah penyebaran penyakit.

Baca Juga: Kabupaten Bekasi Dorong Wisata Industri Berbasis MICE untuk Perkuat Ekonomi

Warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala demam setelah melakukan perjalanan dari luar daerah.

Dengan kombinasi antara pengawasan di lapangan dan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, Pemkot Bekasi berharap potensi penyebaran penyakit dapat ditekan.

Langkah ini diambil agar lonjakan pendatang pasca Lebaran tidak berujung pada munculnya kasus penyakit menular di wilayah kota.***