BEKASI.POJOKSATU.ID - Arus balik Lebaran 2026 melalui moda transportasi kereta api di wilayah Bekasi diprediksi masih belum mencapai puncaknya.
Hingga Kamis 26 Maret 2026 pagi, jumlah penumpang yang tiba di Stasiun Bekasi tercatat mencapai 8.477 orang, angka yang menunjukkan tren kedatangan masih terus meningkat.
Jumlah tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan penumpang yang berangkat pada hari yang sama, yakni sebanyak 5.448 orang.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa gelombang arus balik masih berlangsung dan didominasi oleh masyarakat yang kembali ke kawasan penyangga ibu kota setelah mudik ke kampung halaman.
Baca Juga: Arus Balik Belum Usai, Penumpang Datang ke Bekasi Masih Jauh Lebih Banyak dari Keberangkatan
Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa tren kedatangan penumpang masih akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Ia menilai, puncak arus balik kemungkinan belum terjadi.
“Pada periode arus balik yang dimulai 23 Maret hingga 1 April 2026, penumpang yang tiba di wilayah Daop 1 Jakarta masih lebih tinggi dibandingkan yang berangkat. Hal ini menunjukkan arus balik masih berlangsung dan didominasi kedatangan masyarakat dari berbagai daerah,” ujarnya, dikutip dari Radar Bekasi, 27 Maret 2026.
Franoto menjelaskan, mayoritas penumpang yang tiba di Bekasi berasal dari sejumlah daerah di Pulau Jawa, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, serta sebagian wilayah Jawa Barat.
Pergerakan ini diperkirakan masih akan meningkat seiring berakhirnya masa libur Lebaran dan kembalinya aktivitas kerja.
Baca Juga: Bekasi Tetap Jadi Magnet Urbanisasi, Ribuan Pendatang Serbu Kota Penyangga Jakarta Usai Lebaran
Secara keseluruhan, pada tanggal 26 Maret 2026, jumlah penumpang yang tiba di wilayah Daop 1 Jakarta mencapai 52.471 orang, sementara jumlah keberangkatan tercatat sebanyak 33.520 penumpang.
Perbandingan ini semakin memperkuat indikasi bahwa arus balik masih berada dalam fase peningkatan.
Jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, tren pergerakan penumpang memang menunjukkan pola yang dinamis.
Pada masa mudik 11 hingga 20 Maret 2026, jumlah penumpang yang berangkat dari Bekasi jauh lebih tinggi dibandingkan yang tiba. Namun, kondisi tersebut kini berbalik seiring masuknya fase arus balik.
Meski demikian, pihak KAI memastikan bahwa kapasitas angkutan masih mencukupi untuk mengakomodasi lonjakan penumpang.
Tingkat okupansi kereta api jarak jauh selama masa Angkutan Lebaran tercatat mencapai 79 persen, dengan total tiket terjual sebanyak 858.748 dari kapasitas lebih dari satu juta tempat duduk.
Baca Juga: 16 Tahun Summarecon Bekasi, Dari Kawasan Hunian Jadi Pusat Gaya Hidup Modern
“Kami memastikan ketersediaan tiket masih cukup hingga 1 April 2026, dengan sekitar 198 ribu tempat duduk yang masih tersedia,” kata Franoto.
Dengan tren yang masih tinggi, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan memanfaatkan layanan pemesanan tiket lebih awal guna menghindari kepadatan.
Sementara itu, potensi lonjakan lanjutan masih terbuka, terutama menjelang akhir masa libur panjang Lebaran.***




