BEKASI.POJOKSATU.ID - Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman Aulia Putri Budiastuti (19 tahun), korban keempat meninggal dunia akibat kebakaran dan ledakan SPBE PT Indogas Andalan Kita di Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, Kamis, 9 April 2026.

Tangis keluarga dan para pelayat pecah saat jenazah dimakamkan di tempat pemakaman umum yang berada tidak jauh dari rumah duka. Puluhan pelayat, mulai dari keluarga, tetangga hingga rekan-rekan korban, turut mengiringi proses pemakaman tersebut.

Momen haru semakin terasa ketika Aulia dimakamkan berdampingan dengan makam sang adik, Sapta Prihantono, yang lebih dulu meninggal dunia akibat insiden yang sama. Keduanya menjadi korban dalam tragedi yang mengguncang warga Bekasi tersebut.

Baca Juga: 47 Kepala Keluarga Terdampak Kebakaran SPBE, Dukcapil Bekasi Bergerak Cepat Pulihkan Data

Salah satu sahabat korban, Sarah Fauziah, mengaku sangat kehilangan sosok Aulia yang dikenal ramah dan penuh keceriaan. Ia mengenang kebersamaan mereka sejak masa sekolah di SMKN 15 Kota Bekasi.

“Orangnya baik banget, ceria, dan mudah akrab. Apalagi waktu MPLS, kita jadi makin dekat,” ujarnya.

Kabar duka tersebut dengan cepat menyebar di kalangan teman-teman sekolah, memicu rasa kehilangan yang mendalam. Banyak rekan korban mengaku terkejut dan terpukul atas kepergian Aulia yang begitu mendadak.

Diketahui, Aulia merupakan alumni SMK Negeri 15 Kota Bekasi yang baru saja lulus. Kepergiannya tidak hanya meninggalkan luka bagi keluarga, tetapi juga bagi sahabat dan lingkungan sekitarnya.

Baca Juga: Imigrasi Bekasi Perketat Pengawasan WNA, Pelanggaran Izin Tinggal Jadi Sorotan

Dengan wafatnya Aulia, total korban meninggal dalam tragedi ledakan SPBE Cimuning kini bertambah menjadi empat orang, terdiri dari dua pekerja SPBE dan dua warga sipil.