BEKASI.POJOKSATU.id -  Pemerintah Kota Bekasi masih melakukan kajian terkait rencana penutupan perlintasan sebidang Ampera di Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, menyusul insiden kecelakaan antara Commuter Line dan sebuah taksi pada 27 April 2026.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyampaikan bahwa keputusan untuk tidak langsung menutup akses tersebut didasarkan pada sejumlah pertimbangan, terutama kepadatan arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Menurutnya, penutupan perlintasan berpotensi mengganggu jalan nasional yang memiliki volume kendaraan tinggi, sehingga dampaknya bisa lebih luas.

Baca Juga: Komisaris KAI Tegaskan Palang Pintu Perlintasan Jadi Tanggung Jawab Pemda

“Karena lalu lintasnya padat. Kalau itu ditutup, justru nanti jalan nasionalnya terganggu. Kalau jalan nasional terganggu, ya kapasitasnya lebih tinggi. Jadi memang menjadi pilihan yang sulit,” ujar Tri, Senin, 4 Mei 2026.

Ia menambahkan, perlintasan Ampera memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung masyarakat. Penutupan secara mendadak dikhawatirkan memicu kemacetan serius, terutama di ruas utama.

Meski begitu, Pemkot Bekasi terus melakukan evaluasi untuk mencari solusi terbaik yang mampu menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus kelancaran lalu lintas.

“Kami lagi evaluasi dan sambil jalan terus. Karena setelah ini kan dibangun flyover, baru kami tutup lintasan itu,” jelasnya.

Baca Juga: Resmikan Jalan Pekayon, Wali Kota Bekasi Soroti Bangunan Diduga Tak Berizin

Rencana pembangunan flyover di lokasi tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang, dengan memisahkan jalur kendaraan dan kereta api guna menekan risiko kecelakaan.

Pemerintah daerah pun memastikan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar proyek tersebut segera terealisasi.***