BEKASI.POJOKSATU.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana menghadirkan monumen duka kecelakaan kereta Stasiun Bekasi Timur sebagai bentuk penghormatan bagi para korban tragedi tabrakan antara Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek.
Insiden tersebut diketahui menewaskan 16 penumpang, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa pembangunan monumen ini tidak hanya sebagai simbol duka, tetapi juga bentuk apresiasi atas empati masyarakat yang terus mengalir sejak kejadian.
“Ini adalah wujud penghormatan sekaligus apresiasi atas kepedulian masyarakat yang begitu besar,” ujarnya, Rabu, 6 Mei 2026.
Baca Juga: Wawali Bekasi Dukung O2SN SD, Tekankan Pembinaan Karakter dan Prestasi Siswa
Menurutnya, kehadiran monumen di Stasiun Bekasi Timur diharapkan menjadi pengingat bersama agar peristiwa serupa tidak terulang, sekaligus menegaskan pentingnya keselamatan dalam transportasi publik.
Ia menambahkan, monumen tersebut akan menjadi ruang refleksi bagi masyarakat untuk mengenang para korban dan merasakan solidaritas kemanusiaan yang muncul pasca tragedi.
KAI juga mengajak masyarakat untuk mendukung rencana pembangunan tersebut agar dapat terealisasi dengan baik dan menjadi simbol penghormatan yang layak.
Di sisi lain, pihak KAI memastikan karangan bunga yang terus berdatangan dari berbagai pihak tidak akan langsung disingkirkan. Bunga-bunga tersebut akan tetap dirawat sebagai bentuk penghormatan atas doa dan simpati masyarakat.
Baca Juga: Jemaah Calon Haji Keluhkan Kualitas Tas Selempang, Mudah Rusak Sebelum Dipakai
Hingga kini, suasana duka masih terasa di sekitar lokasi. Warga terus berdatangan untuk mendoakan korban serta meletakkan bunga di area kejadian sebagai bentuk belasungkawa.***




