BEKASI.POJOKSATU.id - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih terus mendalami penyebab kecelakaan maut di kawasan Stasiun Bekasi Timur yang melibatkan KRL commuter line, taksi listrik, dan KA Argo Bromo Anggrek.
Hingga kini, penyebab pasti insiden tragis yang menewaskan 16 orang tersebut belum dapat disimpulkan karena proses investigasi masih berlangsung.
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, mengatakan tim investigasi membutuhkan waktu tambahan untuk mengumpulkan sekaligus menganalisis sejumlah data pendukung sebelum menyampaikan hasil akhir kepada publik.
Baca Juga: KNKT Ungkap Masinis KA Argo Bromo Anggrek Sudah Rem Sebelum Kecelakaan di Bekasi Timur
“Kalau seluruh proses berjalan lancar, investigasi diperkirakan selesai dalam waktu dua sampai tiga bulan,” ujar Soerjanto, Jumat, 22 Mei 2026.
Menurutnya, investigasi dilakukan secara menyeluruh agar hasil yang diperoleh benar-benar akurat dan dapat dijadikan bahan evaluasi guna meningkatkan keselamatan transportasi nasional.
Ia menjelaskan, KNKT saat ini masih mengolah sejumlah data teknis dan operasional yang dinilai penting untuk melengkapi proses penyelidikan.
“Kami masih membutuhkan beberapa data tambahan dan masih dilakukan pendalaman untuk melengkapi keseluruhan investigasi,” katanya.
Baca Juga: Pasca Insiden Bekasi Timur, KAI Kucurkan Rp842 Miliar Demi Keselamatan Perlintasan
Peristiwa kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur sebelumnya menjadi perhatian luas masyarakat lantaran melibatkan tiga moda transportasi dalam satu insiden fatal.
Selain menyebabkan korban jiwa, kecelakaan tersebut juga sempat memicu kepanikan di kalangan penumpang dan warga di sekitar lokasi kejadian.
KNKT kini tengah menelusuri berbagai kemungkinan penyebab insiden, mulai dari aspek teknis, sistem operasional perjalanan kereta, kondisi kendaraan yang terlibat, hingga kemungkinan adanya faktor kelalaian manusia.
Hasil lengkap investigasi nantinya akan diumumkan kepada masyarakat setelah seluruh proses analisis dan verifikasi data selesai dilakukan.***




