BEKASI.POJOKSATU.id -  Seorang bayi berusia sembilan bulan di Kota Bekasi harus menjalani perawatan intensif di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) setelah mengalami kejang berkepanjangan usai menjalani imunisasi di salah satu puskesmas di wilayah Bekasi Barat.

Orang tua bayi menduga telah terjadi kekeliruan dalam pemberian vaksin. Sang ibu berinisial A mengaku awalnya datang bersama suaminya ke puskesmas pada Sabtu, 13 Juni 2026, untuk memberikan vaksin campak sesuai rekomendasi dokter spesialis anak.

"Saat pendaftaran saya sudah menyampaikan bahwa tujuan kami datang untuk vaksin campak. Saya juga menyerahkan buku KIA. Petugas juga kembali mengonfirmasi bahwa anak saya akan menerima vaksin campak," ujar A, Rabu, 1 Juli 2026.

Baca Juga: Polisi Akan Panggil Pengelola Truk Box Terkait Kecelakaan Maut di Simpang Unisma Bekasi

Namun, A mengaku terkejut ketika anaknya mendapat dua suntikan di bagian paha. Saat dikonfirmasi, petugas disebut menyampaikan bahwa vaksin yang diberikan merupakan DPT.

"Saya sempat bertanya, 'Bu, memang suntikannya di paha? Memang dua kali suntik?' Bidan menjawab, 'Iya, ini DPT sama ininya.' Saya langsung kaget dan bilang, 'Hah? Kok DPT, Bu? Saya ke sini mau vaksin campak'," katanya.

Menurut A, petugas beralasan anaknya belum menerima vaksin DPT dosis ketiga berdasarkan catatan di buku KIA. Namun, ia membantah alasan tersebut karena vaksin DPT ketiga jenis nonpanas telah diberikan sebelumnya di sebuah klinik.

"Semua tercatat lengkap di buku KIA, termasuk merek vaksin dan tanggal pemberiannya. Tetapi anak saya justru disuntik DPT 3 lagi yang panas," ujarnya.

Baca Juga: 4 Korban Kecelakaan Truk di Perempatan Unisma Bekasi Dipulangkan

A juga menilai prosedur pelayanan tidak dijalankan sebagaimana mestinya karena petugas tidak menjelaskan jenis vaksin yang akan diberikan.

"Menurut saya, bidan tidak menjalankan SOP. Biasanya di rumah sakit atau klinik, orang tua diberi tahu dulu jenis vaksin, merek, sampai tanggal kedaluwarsanya. Di sini tidak ada penjelasan sama sekali," ucapnya.

Kurang dari sehari setelah imunisasi, kondisi bayinya memburuk dan mengalami kejang selama lebih dari 30 menit hingga harus mendapatkan perawatan intensif.

"Sesampainya di IGD, dokter mengatakan anak saya harus segera masuk PICU karena kejangnya sudah terlalu lama," katanya.***