BEKASI.POJOKSATU.id -  Insiden tabrakan dua rangkaian kereta api di Stasiun Bekasi Timur berdampak signifikan terhadap operasional perjalanan kereta api. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat sebanyak 27 perjalanan kereta api jarak jauh terdampak dan harus menjalani rekayasa operasi.

Peristiwa tersebut melibatkan Commuter Line rute Kampung Bandan–Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa hingga saat ini operasional kereta belum sepenuhnya pulih. Untuk sementara, perjalanan kereta dilayani menggunakan satu jalur yang dipakai secara bergantian untuk dua arah.

Baca Juga: Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur Ditangani Intensif, Pemkot Kerahkan Seluruh Tim Evakuasi

“Kami masih menggunakan satu jalur untuk dilintasi kereta api, baik yang mengarah ke Jakarta maupun ke arah Cikarang,” ujar Anne, Selasa, 28 April 2026.

Menurutnya, dampak kecelakaan tersebut memaksa puluhan perjalanan kereta jarak jauh menyesuaikan pola operasional agar layanan tetap berjalan meski dalam kondisi terbatas.

“Ini sekitar 27 perjalanan kereta jarak jauh yang masih mengalami rekayasa operasi,” jelasnya.

Selain melakukan pengaturan perjalanan, KAI juga masih memprioritaskan proses evakuasi rangkaian Commuter Line yang rusak, serta perbaikan infrastruktur rel agar operasional dapat segera kembali normal.

“Kami masih fokus melakukan evakuasi dan juga perbaikan sarana terlebih dahulu,” tambahnya.

Baca Juga: KAI Beri Refund 100 Persen untuk Penumpang Argo Bromo Anggrek Pascakecelakaan Bekasi Timur

Hingga saat ini, petugas gabungan terus bekerja di lapangan untuk mempercepat penanganan. KAI juga mengimbau para pengguna jasa untuk terus memantau perkembangan informasi perjalanan melalui kanal resmi perusahaan.