BEKASI.POJOKSATU.id – Momentum pelantikan 44 pejabat baru di lingkungan Pemkot Bekasi menjadi sorotan sebagai sinyal percepatan reformasi birokrasi di tingkat operasional.
Wali Kota Tri Adhianto menilai rotasi jabatan bukan hanya formalitas, melainkan instrumen untuk menciptakan aparatur yang lebih peka, adaptif, dan bergerak cepat dalam menjawab kebutuhan warga.
Pesan utama yang disampaikan Tri berfokus pada dampak yang harus dirasakan langsung oleh masyarakat: layanan publik yang tanggap, birokrasi yang dinamis, dan pejabat yang berani menantang kebiasaan kerja stagnan.
Baca Juga: Pemkot Bekasi Dorong Inovasi Kuliner Lokal lewat Festival Makanan Etnik di Balai Patriot
Ia menekankan, aparatur yang baru dilantik tidak boleh terjebak dalam ritme lama dan harus segera melakukan penyesuaian pada peran barunya agar pelayanan kepada warga berjalan tanpa hambatan.
"Jangan berada di zona nyaman. Kita harus terus bergerak agar tercipta pelayanan yang bisa diterima oleh masyarakat," tegas Tri.
Menurutnya, kecepatan adaptasi dan pemahaman tupoksi menjadi tolok ukur utama. Jika orientasi itu dijalankan, maka kualitas pelayanan dasar yang bersentuhan dengan warga diyakini akan meningkat, baik di level administrasi, pengawasan wilayah, maupun koordinasi lintas OPD.
Baca Juga: Tri Adhianto Lantik 44 Pejabat Eselon III–IV, Tekankan Percepatan Adaptasi dan Anti-Stagnasi
Pelantikan tersebut digelar di Aula KH Nonon Sontanie, dengan harapan kepemimpinan baru di masing-masing unit kerja dapat menghasilkan kultur layanan yang lebih progresif, solutif, dan humanis bagi warga Kota Bekasi.***




