BEKASI.POJOKSATU.id – Pembangunan lapangan padel di Jalan Caman Raya, Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, mendapat penolakan dari pihak Asshodriyah Islamic School dan para orang tua murid.
Lapangan olahraga tersebut dibangun tepat di belakang area sekolah dan dikhawatirkan mengganggu aktivitas belajar mengajar siswa.
Kepala AIS Bekasi, Ahmad Baidowi, menegaskan bahwa pihak sekolah sejak awal telah menyatakan keberatan terhadap pembangunan tersebut.
“Kami menolak lapangan padel di belakang sekolah,” kata Baidowi, Senin 11 Mei 2026.
Baca Juga: Orang Tua Murid Tolak Pembangunan Lapangan Padel di Samping AIS Bekasi
Menurutnya, aktivitas olahraga di lapangan padel nantinya berpotensi menimbulkan kebisingan yang dapat mengganggu konsentrasi siswa saat mengikuti pelajaran di kelas.
“Kami mengkhawatirkan mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar anak-anak,” ujarnya.
Baidowi menjelaskan, pihak sekolah sebenarnya sudah melayangkan surat keberatan kepada sejumlah instansi pemerintah sejak awal 2026.
Surat tersebut dikirimkan kepada Wali Kota Bekasi, Dinas Tata Ruang (Distaru), pihak kecamatan hingga kelurahan setempat.
Namun hingga saat ini, pihak sekolah mengaku belum menerima respons maupun tindak lanjut terkait keberatan atas pembangunan lapangan padel tersebut.
Baca Juga: Gerombolan Remaja Bermotor Diduga Suporter Persija Bikin Ricuh di Bekasi Utara
Sebelumnya, lahan yang kini dibangun fasilitas olahraga itu diketahui merupakan area penjualan tanaman hias.
Setelah masa kontrak lahan berakhir pada Oktober 2025, area tersebut kemudian dibongkar dan mulai dibangun lapangan padel.
Para orang tua murid berharap pembangunan fasilitas olahraga di dekat lingkungan sekolah itu dapat dihentikan demi menjaga kenyamanan dan ketenangan siswa selama kegiatan belajar berlangsung.***




