BEKASI.POJOKSATU.id - Gelombang aksi unjuk rasa sopir truk yang menolak kebijakan Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) mulai berdampak terhadap rantai distribusi barang, terutama bahan pokok seperti sayuran.
Pedagang pasar hingga pelaku usaha kuliner di wilayah Bekasi menyuarakan kekhawatiran mereka atas potensi terganggunya pasokan barang jika aksi protes berlangsung terus-menerus.
Dampak dari demonstrasi sopir truk yang digelar pada 19 Juni lalu mulai terasa, ditandai dengan menipisnya pasokan sayur dan melonjaknya harga sejumlah komoditas. Aksi serupa dijadwalkan kembali berlangsung hari ini di wilayah Jakarta, Rabu, 2 Juli 2025.
Baca Juga: Aptrindo Bekasi Raya Desak Pemerintah Beri Solusi Nyata dalam Penerapan Zero ODOL
Di Pasar Baru Bekasi, pedagang seperti Aziz mengaku kekosongan barang mulai terjadi satu hingga dua hari setelah aksi pertama digelar. Ia menyebut, pasokan cabai dan daun bawang menjadi sangat terbatas karena truk pengangkut tidak beroperasi.
“Kami nggak bisa ngapa-ngapain. Barangnya kosong karena pengiriman dari daerah berhenti dua hari,” ujar Aziz, Selasa, 1 Juli 2025.
Ia menyebut strategi yang bisa dilakukan pedagang hanyalah menambah stok barang lebih banyak sebelum aksi berlangsung, meskipun ini tetap tidak menjamin kestabilan harga. Kenaikan harga terjadi cukup signifikan.
Baca Juga: Tri Adhianto: PPPK Wajib Profesional, Status Baru Harus Diiringi Kinerja Baru
Kondisi ini turut dirasakan oleh pelaku usaha kuliner seperti Tafsir Qosim, pemilik warteg. Menurutnya, kenaikan harga yang terjadi kali ini lebih merata dibanding biasanya, sehingga memengaruhi pengeluaran dan margin keuntungan.
“Biasanya naik itu hanya di beberapa item. Tapi Minggu kemarin hampir semua bahan naik,” katanya.
Ia menambahkan bahwa bahan-bahan penting seperti daun bawang yang digunakan untuk menu sederhana seperti telur dadar pun ikut terdampak. Beberapa pelaku usaha warteg bahkan mulai menambah stok sebagai antisipasi menjelang aksi lanjutan sopir truk.
“Kalau seperti ini terus, ya lama-lama bisa rugi,” ujarnya.
Pedagang dan pelaku usaha di Bekasi berharap pemerintah segera merespons persoalan ini dengan solusi konkret agar rantai pasok tetap berjalan lancar tanpa mempersulit pelaku usaha kecil dan masyarakat.
Komoditas yang mengalami kenaikan harga:
• Cabai rawit hijau: dari Rp30.000 → Rp45.000/kg
• Cabai rawit merah: dari Rp50.000 → Rp70.000/kg
• Bawang merah: dari Rp25.000 → Rp40.000/kg
• Daun bawang: dari Rp10.000 → Rp15.000/kg
• Kacang panjang: dari Rp10.000 → Rp15.000/kg
• Tomat: dari Rp10.000 → Rp25.000/kg***




