BEKASI.POJOKSATU.ID - Status Kota Bekasi sebagai kota metropolitan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hampir Rp7 triliun dinilai belum sejalan dengan ketersediaan fasilitas pendidikan tinggi negeri di wilayah tersebut.
Hingga kini, Kota Bekasi belum memiliki satu pun universitas negeri. Kondisi tersebut membuat banyak lulusan SMA harus melanjutkan pendidikan ke daerah lain seperti Depok, Bogor, hingga luar daerah demi dapat berkuliah di perguruan tinggi negeri.
Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Sarwin Edi Saputra, menilai situasi tersebut cukup memprihatinkan bagi kota besar yang berbatasan langsung dengan Jakarta.
Baca Juga: Jelang HUT ke-29, Wali Kota Bekasi Resmikan Bekasi International Skate Track dan GOR Terpadu
“Ini ironi bagi Bekasi. APBD kita hampir Rp7 triliun, tapi sampai sekarang belum punya universitas negeri. Banyak anak-anak Bekasi akhirnya harus kuliah ke luar kota,” kata Sarwin, Senin, 9 Maret 2026.
Menurutnya, kondisi ini menjadi kontras jika dibandingkan dengan beberapa daerah lain yang memiliki kemampuan fiskal lebih kecil tetapi sudah memiliki perguruan tinggi negeri.
“Daerah lain dengan anggaran lebih kecil saja sudah punya kampus negeri. Bekasi yang APBD-nya besar justru belum ada,” ujar Sarwin.
Ia menilai pemerintah daerah perlu lebih serius mendorong kehadiran perguruan tinggi negeri di Bekasi demi memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat setempat. (adv)




